Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Kirim Sistem Laser ke UEA buat Basmi Drone dan Rudal Iran
potret sistem pertahanan udara berbasis laser Israel, Iron Beam (commons.wikimedia.org/Spokesperson and Public Relations Division of the Ministry of Defense of Israel Photographer)
  • Israel mengirim sistem pertahanan udara berbasis laser Iron Beam ke UEA untuk menghadapi ancaman drone dan rudal Iran, dilengkapi pasukan IDF yang bertugas mengoperasikannya.
  • Selain Iron Beam, Israel juga memasok sistem deteksi Spectro dengan jangkauan 20 kilometer serta sebelumnya telah menempatkan Iron Dome di UEA sebagai bagian dari kerja sama militer.
  • Kerja sama militer dan politik Israel-UEA sudah terjalin sejak perang dengan Iran dimulai, termasuk penggunaan pangkalan UEA oleh Israel dan kesiagaan pasukan setelah gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel dilaporkan telah mengirim sistem pertahanan udara canggih berbasis laser ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk membantu mereka dan negara-negara teluk lainnya membasmi drone dan rudal Iran. Kabar tersebut termuat dalam laporan Financial Times pada Kamis (30/4/2026) yang dikutip Times of Israel, Jumat (1/5/2026).

Menurut laporan Financial Times, sistem pertahanan tersebut bernama Iron Beam. Berbeda dengan Iron Dome, Iron Beam ini merupakan sistem pertahanan udara berbasis laser yang juga biasa digunakan oleh IDF untuk menghancurkan drone dan rudal musuh. Sistem ini bekerja dengan memancarkan cahaya laser ke rudal dan drone yang dituju. Cahaya laser tersebut nantinya akan membakar dan merusak rudal dan drone tersebut.  

1. Israel juga mengirim sistem pertahanan udara bernama Spectro ke UEA

potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Selain Iron Beam, Israel juga telah mengirim sistem pertahanan udara bernama Spectro ke UEA. Sistem ini berfungsi untuk mendeteksi drone dan rudal yang ditembakkan Iran dari jarak jauh. Jarak deteksinya dikabarkan mencapai 20 kilometer.

Israel juga sudah mengirim pasukannya ke UEA untuk mengoperasikan sistem pertahanan Iron Beam dan Spectro. Jumlah pasukan yang dikirim juga sangat banyak.

“Jumlah tentara Israel di lapangan bukanlah jumlah yang sedikit,” kata seorang sumber yang enggan disebut namanya.

2. Israel sebelumnya sudah mengirim Iron Dome ke UEA

potret sistem pertahanan udara berbasis rudal Israel, Iron Dome (commons.wikimedia.org/Oren Rozen)

Beberapa waktu lalu, Israel sudah lebih dulu mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome ke UEA. Sistem ini juga digunakan untuk membantu UEA menghalau serangan drone dan rudal dari Iran. Kala itu, mereka juga mengirim puluhan pasukan IDF untuk mengoperasikan sistem pertahanan tersebut.  

Pengiriman Iron Dome ini dilakukan usai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed, melakukan percakapan telepon. Dalam kesempatan tersebut, keduanya sepakat meningkatkan kerja sama militer untuk menangkal serangan dari Iran.  

3. Israel telah mengadakan kerja sama militer dan politik dengan UEA sejak perang Iran mulai

potret bendera Uni Arab Emirat (unsplash.com/Saj Shafique)

Menurut Middle East Eye, Israel dan UEA sudah melakukan kerja sama militer dan politik sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Dalam praktiknya, Israel kerap menggunakan pangkalan militer UEA untuk menyerang Iran. Selain itu, Israel juga kerap mengirim pasukannya ke UEA untuk menangkal serangan dari negara mayoritas Islam Syiah tersebut.

Meski kini perang sudah mereda karena gencatan senjata, pasukan Israel dilaporkan masih siap siaga di wilayah UEA. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi dan menangkal serangan lanjutan dari Iran. Terlebih, selama berperang dengan Amerika Serikat dan Israel, UEA menjadi salah satu negara di kawasan teluk Timur Tengah yang paling banyak terdampak serangan Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team