Warga dan polisi Israel yang berpartisipasi dalam perayaan Jerusalem Day pada 30 Mei 2022. (Twitter.com/Yair Lapid)
Sementara itu, seorang profesor Yahudi di Amerika Serikat (AS), Barry Trachtenberg, mengatakan bahwa justru tindakan Israel sejak 1948 yang membuat komunitas Yahudi di seluruh dunia menjadi tidak aman.
“Pendekatan yang dilakukan Israel sejak tahun 1948 tidak membuat orang-orang Yahudi di dunia menjadi lebih aman, namun justru meningkatkan tingkat bahaya bagi semua orang,” katanya dilansir Anadolu.
Trachtenberg kemudian menyerukan untuk mencari cara lain dalam menyelesaikan masalah konflik tersebut. Bisa melalui pengadilan, lobi, atau tekanan politik dengan melibatkan aktivis untuk menemukan resolusi yang adil dan damai.
”Israel perlu berhenti dan menyadari bahwa melanjutkan genosida ini hanya akan menggagalkan tujuan jangka panjang mereka untuk stabilitas Yahudi di dunia,” tambahnya.
Di Pengadilan Federal di Oakland, California, dalam gugatan yang diajukan terhadap pemerintahan Joe Biden untuk menghentikan genosida Israel di Gaza, Trachtenberg bersaksi sebagai saksi ahli yang mendukung Palestina. Ia mengatakan dukungan yang diberikan AS kepada Israel sangat disesalkan.