Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Serang Pos Polisi di Gaza, Enam Warga Palestina Tewas
pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
  • Enam warga Palestina tewas akibat serangan drone Israel yang menghantam dua pos polisi di Gaza, tepatnya di kamp Bureij dan area al-Mawasi, pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.
  • Serangan udara juga menargetkan warga sipil di Taman al-Mahatta, Kota Gaza, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya, sementara Israel menuding adanya pelanggaran gencatan senjata.
  • Hamas mengecam tindakan Israel yang dianggap mengabaikan upaya perdamaian, dengan data menunjukkan lebih dari 618 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Sedikitnya enam warga Palestina tewas akibat serangan drone Israel yang menargetkan dua pos polisi di Jalur Gaza. Serangan mematikan tersebut dilaporkan terjadi secara beruntun pada Kamis malam hingga memasuki Jumat (26-27/2/2026). Kedua belah pihak saling menyalahkan atas berbagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang terjadi di lapangan.

Pos polisi yang menjadi target militer Israel berada di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah dan area al-Mawasi di Khan Younis, Gaza selatan. Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan komentar apapun terkait laporan serangan di fasilitas kepolisian tersebut.

1. Korban luka dilarikan ke Kompleks Medis Nasser

petugas Bulan Sabit Merah Palestina. (Basel Yazouri, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Di wilayah al-Mawasi, Khan Younis, militer Israel menargetkan sebuah pos polisi yang terletak di persimpangan al-Maslakh. Akibat serangan mematikan tersebut, empat jenazah dan beberapa korban luka langsung dilarikan ke Kompleks Medis Nasser.

Sumber medis di rumah sakit melaporkan bahwa beberapa korban luka datang dalam kondisi yang sangat kritis. Serangan ini dilaporkan terjadi di area yang berada di luar zona penempatan langsung pasukan Israel.

Sementara itu, di Jalur Gaza tengah, serangan drone Israel juga menghantam pos polisi di dekat pintu masuk kamp pengungsi Bureij. Serangan di lokasi padat penduduk ini menewaskan dua warga Palestina dan melukai sejumlah orang lainnya.

“Enam anggota polisi tewas akibat serangan ini, dan waktu serta lokasinya sangat mengubah pertimbangan kedua belah pihak. Israel telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bertanggung jawab untuk menata kembali sisa-sisa kehidupan di Gaza.” kata reporter Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum.

2. Serangan udara hantam warga sipil di Taman al-Mahatta

pemandangan sudut kota Gaza. (unsplash.com/Emad El Byed)

Selain menargetkan pos polisi, serangan udara Israel terhadap sekelompok warga Palestina juga terjadi di lingkungan Tuffah, Kota Gaza. Insiden berdarah ini dilaporkan menewaskan dua orang warga dan melukai beberapa penduduk lainnya.

Serangan di kawasan Tuffah menargetkan perkumpulan warga sipil yang sedang berada di dalam Taman al-Mahatta. Seluruh korban dari lokasi kejadian langsung dievakuasi dan dipindahkan ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli.

Secara terpisah, militer Israel mengklaim telah membunuh seorang militan di Jalur Gaza selatan karena dianggap memberikan ancaman. Militer Israel menduga pria tersebut mendekati posisi mereka dan melintasi Garis Kuning, sebuah batas sementara di bawah kesepakatan gencatan senjata.

Pihak militer Israel menuduh aksi tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Garis Kuning sendiri membatasi wilayah penempatan pasukan Israel, yang mencakup sekitar 53 persen wilayah Gaza, dari zona pergerakan barat.

3. Hamas sebut Israel mengabaikan upaya perdamaian

ilustrasi bendera Palestina. (unsplash.com/Moslem Danesh)

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam serangkaian serangan yang dilakukan oleh militer Israel di Jalur Gaza. Menurutnya, tingginya angka kematian warga Palestina mencerminkan pengabaian terang-terangan Israel terhadap upaya para mediator perdamaian.

“Pembicaraan negara-negara penjamin tentang penghentian perang tidak memiliki kredibilitas nyata di lapangan,” tutur Qassem, dilansir Palestine Chronicle.

Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 618 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku. Selain itu, lebih dari 1.660 orang lainnya tercatat mengalami luka-luka akibat serangan selama periode yang sama.

Secara keseluruhan, total korban tewas sejak perang pecah pada awal Oktober 2023 kini telah mencapai lebih dari 72 ribu jiwa. Sebagian besar dari puluhan ribu korban jiwa tersebut merupakan warga sipil, dan sekitar 171 ribu orang lainnya dilaporkan terluka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team