Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Tuntut Hamas Dilucuti dan Gaza Didemiliterisasi di BoP
Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

  • Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menegaskan pelucutan senjata Hamas sebagai syarat perdamaian di Gaza.

  • Israel mendukung rencana Donald Trump yang mengatasi akar masalah konflik di Gaza.

  • Pelucutan senjata Hamas penting bagi keamanan Israel dan warga Gaza, serta harus disertai proses deradikalisasi masyarakat Palestina.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, kembali menegaskan pelucutan senjata Hamas menjadi syarat utama bagi terciptanya perdamaian di Gaza. Ia menyampaikan hal itu dalam pidato Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian uutuk Gaza, Kamis (19/2/2026).

Dalam forum tersebut, Saar menyampaikan dukungan penuh Israel terhadap rencana yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menurutnya untuk pertama kalinya secara langsung menyasar akar persoalan konflik di Gaza.

“Ini adalah rencana pertama yang mengatasi akar masalahnya,” kata Saar.

Ia menekankan inti dari rencana tersebut adalah pelucutan senjata Hamas dan Jihad Islam, demiliterisasi Jalur Gaza, serta proses de-radikalisasi masyarakat Palestina di wilayah itu.

Menurutnya, seluruh persenjataan, infrastruktur teror, jaringan terowongan bawah tanah, hingga fasilitas produksi senjata harus dibongkar sepenuhnya.

Saar menyatakan Israel telah melalui perang yang berat selama dua tahun terakhir di berbagai front, dan menyebut 925 tentara Israel gugur dalam konflik tersebut. Ia menggambarkan Hamas, Jihad Islam, dan Hizbullah sebagai ancaman teror yang harus dihadapi secara tegas.

Ia juga menyinggung serangan 7 Oktober sebagai puncak dari apa yang disebutnya sebagai kampanye teror berkepanjangan, seraya menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh terulang.

Menurut Saar, upaya-upaya sebelumnya untuk menangani situasi Gaza gagal, karena tidak menyentuh persoalan mendasar seperti teror, kebencian, dan indoktrinasi.

“Proses deradikalisasi harus menjadi bagian integral dari solusi, termasuk menghapus infrastruktur menanamkan kebencian di lembaga pendidikan dan keagamaan di Gaza,” kata dia.

Ia juga menyatakan, pelucutan senjata Hamas bukan hanya penting bagi keamanan Israel, tetapi juga bagi warga Gaza, yang menurutnya, telah hidup di bawah rezim teror selama bertahun-tahun. “Rakyat Gaza harus dibebaskan dari teroris-teroris ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Trump atas kepemimpinannya dalam menggagas Board of Peace dan rencana penataan kembali Gaza. Ia menyebut kepemimpinan tersebut membuka peluang baru bagi masa depan yang lebih baik. Di akhir pidatonya, Saar juga menyampaikan ucapan Ramadan Kareem kepada umat Muslim di seluruh dunia.

Board of Peace dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB dan dijadwalkan membahas rekonstruksi serta tata kelola sementara Gaza. Pelucutan senjata Hamas menjadi salah satu isu sentral yang mengemuka dalam pertemuan tersebut, dengan Israel menegaskan komitmennya untuk terus mendorong implementasi agenda tersebut dalam forum internasional itu.

Editorial Team