Jakarta, IDN Times - Kongres Peru memutuskan untuk memberhentikan Presiden interim Jose Jeri dari jabatannya di tengah tuduhan korupsi. Keputusan ini memperpanjang ketidakstabilan politik negara tersebut, hanya beberapa pekan sebelum pemilihan presiden dan legislatif pada April mendatang.
Jeri tengah menjalani penyelidikan awal atas dugaan korupsi dan perdagangan pengaruh yang berkaitan dengan serangkaian pertemuan tertutup dengan dua eksekutif asal China.
Dengan 75 suara setuju, 24 menolak, dan tiga abstain, parlemen mencopot Jeri dari jabatan yang baru ia emban sejak 10 Oktober, ketika pendahulunya Dina Boluarte diberhentikan di tengah gelombang kejahatan yang melanda negara itu.
Pemberhentian ini menjadi bab terbaru dari krisis politik berkepanjangan di Peru, yang telah memiliki tujuh presiden sejak 2016, dan kini bersiap menghadapi pemilu di tengah kemarahan publik atas lonjakan kejahatan dan kekerasan.
