Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Rising 60, Menlu Sugiono: RI-Singapura Ditakdirkan Bertetangga
Menlu Sugiono sambut Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Menlu RI Sugiono dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan sepakat menjadikan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik sebagai momentum memperbarui arah kerja sama strategis kedua negara.
  • Kedua pihak membahas persiapan Leaders’ Retreat, penguatan kerja sama energi berkelanjutan, ketahanan pangan, serta pengembangan kawasan industri seperti Batam, Bintan, Karimun, dan Kendal.
  • Singapura menegaskan hubungan bilateral sangat solid dengan fokus pada proyek hijau dan digital seperti Nongsa Digital Park serta potensi kolaborasi energi dan teknologi di kawasan SIJORI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Maret 2024

Expanded Framework Agreement antara Indonesia dan Singapura mulai berlaku, mencakup kerja sama pertahanan, pengelolaan ruang udara, dan penegakan hukum.

12 Mei 2026

Menteri Luar Negeri RI Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta untuk membahas persiapan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara serta berbagai proyek kerja sama lintas sektor.

tahun depan

Indonesia dan Singapura akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik melalui inisiatif Rising 60 sebagai momentum memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

kini

Hubungan bilateral Indonesia dan Singapura berada dalam kondisi sangat baik dengan fokus pada pengembangan proyek energi berkelanjutan, ekonomi digital, serta kolaborasi kawasan SIJORI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indonesia dan Singapura mempersiapkan penguatan hubungan bilateral menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik, dengan fokus pada kerja sama energi, pangan, industri, serta proyek hijau dan digital.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mewakili kedua negara dalam pertemuan resmi di Jakarta.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada tahun berikutnya.
  • Why?
    Pertemuan digelar untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara dan menyusun arah baru kerja sama lintas sektor menghadapi tantangan ekonomi serta energi masa depan.
  • How?
    Kedua menteri membahas berbagai inisiatif konkret seperti perdagangan listrik lintas batas, investasi energi berkelanjutan, pengembangan kawasan industri Batam-Bintan-Karimun-Kendal, serta kolaborasi digital melalui Nongsa Digital Park.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Sugiono dan Pak Vivian bertemu di Jakarta. Mereka teman dari Indonesia dan Singapura. Mereka mau ulang tahun hubungan dua negara yang ke-60 tahun. Mereka bilang Indonesia dan Singapura itu tetangga yang tidak bisa pisah. Sekarang mereka kerja sama bikin listrik, makanan, dan tempat kerja baru supaya orang senang dan punya banyak peluang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura, kedua negara menunjukkan semangat kolaboratif yang kuat melalui berbagai inisiatif konkret di bidang energi berkelanjutan, ketahanan pangan, dan ekonomi digital. Pertemuan para menteri luar negeri menegaskan kepercayaan strategis yang telah terbangun lama, sekaligus membuka peluang baru untuk pertumbuhan bersama dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Singapura mulai mempersiapkan penguatan hubungan bilateral menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada tahun depan. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut, enam dekade hubungan Indonesia-Singapura telah dibangun melalui kepercayaan strategis, manfaat bersama, dan tujuan yang sama.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Sugiono mengatakan, momentum 60 tahun hubungan diplomatik bukan sekadar perayaan simbolis, tetapi kesempatan untuk memperbarui arah kerja sama kedua negara ke depan.

“Ini bukan sekadar peringatan diplomatik, tetapi kesempatan untuk memberi energi baru bagi kemitraan kita untuk beberapa dekade mendatang dan menyusun arah strategis baru bagi kedua negara kita,” ujar Sugiono dalam pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia juga menyinggung istilah Rising 60 atau Republic Indonesia-Singapore 60 sebagai simbol hubungan erat kedua negara. Menurut Sugiono, Indonesia dan Singapura memiliki kedekatan yang tak bisa dipisahkan karena faktor geografis.

“Seperti yang selalu dikatakan Presiden saya, kita ditakdirkan menjadi tetangga. Kita tidak bisa memilih. Secara geografis kita berada berdampingan, dan itu menuntut kemitraan serta kolaborasi yang lebih besar di antara kita,” katanya.

1. Persiapan Leaders’ Retreat jadi fokus

Menlu Sugiono sambut Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono mengatakan, pembahasan kedua menteri luar negeri turut berfokus pada persiapan Leaders’ Retreat mendatang serta evaluasi berbagai kerja sama konkret lintas sektor. Menurut dia, salah satu isu utama yang dibahas adalah pengembangan proyek energi, termasuk perdagangan listrik lintas batas dan investasi energi berkelanjutan.

“Dalam bidang energi, kami membahas perdagangan listrik lintas batas dan pengembangan energi serta investasi yang kami harapkan menjadi proyek listrik terbesar, khususnya proyek listrik berkelanjutan,” ujar Sugiono.

Selain energi, kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama ketahanan pangan melalui pengembangan agribisnis dan teknologi. Kerja sama industri juga akan diperluas dengan melanjutkan pengembangan Batam, Bintan, Karimun, serta Kendal Industrial Park.

“Inisiatif ini bukan hanya proyek ekonomi, tetapi juga peluang bagi kedua negara untuk menyediakan lebih banyak lapangan kerja, menciptakan peluang, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sugiono.

2. Singapura ungkap hubungan bilateral dengan Indonesia dalam kondisi sangat baik

Joint press statement Indonesia-Singapura antara Menlu RI Sugiono (kanan) dengan Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan (kiri) di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Selasa (12/5/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sementara itu, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan menyebut, hubungan bilateral Indonesia dan Singapura berada dalam kondisi yang sangat baik.

“Kami telah berdiri bersama dalam masa baik maupun masa sulit. Saat COVID-19 maupun sekarang di tengah krisis Timur Tengah, kami saling mendukung dan akan melewati krisis ini bersama-sama,” ujar Vivian.

Ia menilai, keberhasilan implementasi Expanded Framework Agreement yang mulai berlaku pada Maret 2024 menjadi bukti kuatnya hubungan kedua negara. Kesepakatan itu mencakup kerja sama pertahanan, pengelolaan ruang udara, hingga penegakan hukum.

Vivian juga menyoroti eratnya hubungan ekonomi kedua negara. Menurut dia, Singapura masih menjadi investor asing terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade.

“Ini mencerminkan keyakinan dan kepercayaan Singapura terhadap kekuatan ekonomi jangka panjang Indonesia,” katanya.

3. Proyek hijau dan digital jadi andalan baru kedua negara

Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan lakukan kunjungan kerja di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Vivian mengatakan, sejumlah proyek bilateral seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah terus berkembang dan membuka peluang baru, terutama di sektor ekonomi digital dan hijau. Ia juga menyebut Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga hidroelektrik.

“Faktanya, saya melihat Indonesia sebagai negara adidaya energi,” ujar Vivian.

Menurut dia, potensi energi Indonesia dapat melengkapi posisi Singapura sebagai pusat teknologi dan pembiayaan infrastruktur kawasan. “Kami percaya pembangunan ekonomi Indonesia dan potensi energinya yang besar akan melengkapi peran Singapura sebagai pusat regional untuk teknologi dan pembiayaan infrastruktur,” katanya.

Vivian menambahkan, kedua negara juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bersama Malaysia melalui pengembangan kawasan SIJORI atau Singapore-Johor-Riau yang dinilai dapat memberi manfaat besar bagi ketiga negara.

Editorial Team