Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Singapura mulai mempersiapkan penguatan hubungan bilateral menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada tahun depan. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut, enam dekade hubungan Indonesia-Singapura telah dibangun melalui kepercayaan strategis, manfaat bersama, dan tujuan yang sama.
Dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Sugiono mengatakan, momentum 60 tahun hubungan diplomatik bukan sekadar perayaan simbolis, tetapi kesempatan untuk memperbarui arah kerja sama kedua negara ke depan.
“Ini bukan sekadar peringatan diplomatik, tetapi kesempatan untuk memberi energi baru bagi kemitraan kita untuk beberapa dekade mendatang dan menyusun arah strategis baru bagi kedua negara kita,” ujar Sugiono dalam pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menyinggung istilah Rising 60 atau Republic Indonesia-Singapore 60 sebagai simbol hubungan erat kedua negara. Menurut Sugiono, Indonesia dan Singapura memiliki kedekatan yang tak bisa dipisahkan karena faktor geografis.
“Seperti yang selalu dikatakan Presiden saya, kita ditakdirkan menjadi tetangga. Kita tidak bisa memilih. Secara geografis kita berada berdampingan, dan itu menuntut kemitraan serta kolaborasi yang lebih besar di antara kita,” katanya.
