ilustrasi jet tempur (pexels.com/pexels.com/Emrah Aslantepe)
Rencana penguatan sistem pertahanan udara di Yonaguni sebenarnya telah diumumkan Kementerian Pertahanan Jepang sejak 2022. Saat ini, di pulau tersebut sudah berdiri pangkalan kecil Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) yang dihuni sekitar 160 personel dengan tugas utama memantau wilayah pesisir.
Dilansir BBC, adapun rudal yang akan ditempatkan merupakan tipe jarak menengah produksi dalam negeri Jepang. Spesifikasinya memiliki jangkauan sekitar 50 kilometer, cakupan 360 derajat, mampu melacak hingga 100 target sekaligus, serta dapat menyerang 12 sasaran dalam waktu bersamaan. Sistem ini dirancang untuk menghadang pesawat maupun rudal yang mendekat.
Selain rudal, Jepang juga berencana menempatkan unit peperangan elektronik di pulau yang sama pada tahun fiskal 2026, yakni antara April 2026 hingga Maret 2027. Perangkat ini difungsikan untuk mengganggu komunikasi dan radar pihak lawan. Koizumi menyampaikan bahwa waktu pemasangan rudal dapat sedikit berubah bergantung pada penyelesaian fasilitas, namun target resmi tetap di tahun fiskal 2030.
Kementerian Pertahanan juga akan menggelar sesi penjelasan bagi warga Yonaguni pada pekan depan. Sebelumnya, Koizumi telah mengunjungi pulau tersebut pada November 2025.