Google telah memiliki berbagai aplikasi mulai dari Now hingga Photos. Dari semua aplikasi yang mereka miliki, ada sebuah aplikasi yang menjadi jantung dari kecanggihan dan perkembangan yang dimilikinya. Oleh karena itu, Google secara resmi membuka TensorFlow, sebuah teknologi open source.
Dalam acara video conference The Magic in The Machine, (11/11), dengan diperkenalkannya TensorFlow maka developer yang ingin mengembangkan teknologi akan dimudahkan. Para developer bisa memakai semua library code milik Google dengan bebas.
Dengan dirilisnya versi open source tersebut maka siapapun yang memakai dan mengembangkannya akan merasa dipermudah. Teknologi ini punya kemampuan menganalisa data dengan lebih cepat dibandingkan teknologi yang sebelumnya.
Eric Schmidt selaku Executive Chairman Alphabet menjelaskan bahwa langkah membuka jantung Android ini merupakan cara yang signifikan untuk mengembangkan teknologi machine learning. TensorFlow adalah teknologi yang paling baru. Sebuah teknologi yang belum banyak diketahui orang.
Schmidt juga menambahkan bahwa mesin barunya ini memiliki teknologi mempelajari semua hal sesuai dengan pengalaman mereka sendiri. Teknologi ini sebuah open software yang standard bagi machine learning. Alhasil, semua orang bisa mempelajari sistemnya dengan mudah.
