Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kanada menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama dengan Indonesia dan ASEAN melalui dukungan pendanaan pembangunan, penguatan ekonomi inklusif, serta transisi menuju ekonomi rendah karbon. Komitmen tersebut disampaikan Secretary of State Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, saat menutup kunjungan resminya ke Indonesia.
Kunjungan Sarai difokuskan pada penguatan kerja sama Kanada–Indonesia dan Kanada–ASEAN, terutama di bidang pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan iklim, perdagangan berkelanjutan, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda.
Selama berada di Indonesia, Sarai bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan untuk membahas peluang memperluas perdagangan, mendorong kesetaraan gender, dan mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Dalam kunjungannya ke Lombok, Sarai bertemu dengan kelompok perempuan dan pemimpin komunitas yang didukung oleh inisiatif pendanaan Kanada melalui Solidaritas Perempuan dan Yayasan PEKKA. Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan hak-hak perempuan dan kepemimpinan di tingkat lokal.
Dia juga berdialog dengan pemuda dan pemuka agama yang terlibat dalam proyek Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All, yang dijalankan oleh UNFPA, UN Women, dan UNICEF. Proyek ini berfokus pada upaya berbasis komunitas untuk mencegah praktik-praktik berbahaya dan meningkatkan kesehatan reproduksi.
Kunjungan Sarai di Lombok ditutup dengan peninjauan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya milik Vena Energy yang didukung oleh Canadian Climate Fund for the Private Sector in Asia. Proyek tersebut menyoroti peran kemitraan pembiayaan iklim dalam mendukung transisi energi bersih Indonesia.
