Kairo, IDN Times - Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, Sabtu (7/8/2021), mengumunkan bawa kapal kuno milik Raja Khufu telah dipindahkan dari Kompleks Piramida Giza ke sebuah museum baru. Perahu Raja Khufu merupakan kapal kayu tertua dan terbesar yang pernah ditemukan di Mesir.
Kapal Raja Khufu Dipindahkan ke Museum Baru

1. Kapal dipindahkan ke museum baru
Dilansir Reuters, Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir menjelaskan bahwa pemindahan kapal berusia 4.600 tahun itu yang juga dikenal sebagai Kapal Surya, yang memiliki panjangnya 42 meter dan bobot seberat 20 ton ini membutuhkan waktu hingga 48 jam untuk dipindahakan.
Kapal Raja Khufu ini dipindahkan ke Museum Besar Mesir, yang berjarak beberapa kilometer dari Kompleks Piramida Giza. Musem baru itu dibangun selama 17 tahun selesai pada tahun ini dan dijadwalkan akan diresmikan pada akhir tahun.
Berdasarkan keterangan pengawas musem baru itu perahu Raja Khufu dipindahakan dengan ditaruh ke dalam sangkar logam, yang dibawa dengan kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh. Kendaraan itu khusus diimpor dari Belgia untuk pemindahan ini.
Tujuan dari pemindahan ini adalah untuk menjaga agar artefak organik terbesar dan tertua yang terbuat dari kayu dalam sejarah umat manusia itu masih dapat dilihat umat manusia generasi mendatang.
2. Kapal Raja Khufu ditemukan pada 1954 di Piramida Agung Giza
Dilansir DW, perahu Raja Khufu ditemukan pada tahun 1954 di sudut selatan Piramida Agung Giza atau Piramida Khufu. Piramida itu merupakan makam dari Raja Khufu dan merupakan yang terbesar dari tiga Piramida yang berada di Giza. Perahu kuno itu dikubur di samping ruang pemakaman kerajaan.
Selama beberapa dekade, perahu Raja Khufu bisa dilihat oleh pengunjung yang datang ke museum di Dataran Tinggi Giza.
Raja Khufu, seorang raja Firaun dari Dinasti Keempat yang memerintah selama Kerajaan memerintahkan perahu tersebut dibangun karena kapal itu diyakini akan menjadi kendaraan yang mengangkut orang yang meninggal ke alam baka.
3. Peninggalan artefak menjadi daya tarik wisata di Mesir
Dilansir Daily Mail, daya tarik pariwisata di Mesir salah satunya adalah peninggalan kuno berupa artefak pada masa kerajaan. Saat ini sektor pariwisata sedang terpuruk sektor itu mengalami banyak guncangan, mulai dari revolusi pada 2011 yang dilakukan untuk menurunkan rezim pemerintahan saat itu hingga saat ini yang harus membatasi pariwisata karena wabah virus corona.
Untuk menarik para wisatawan Museum Besar Mesir telah mendapat banyak perhatian pemerintah. Museum itu akan memamerkan arkeologi berharga Mesir, saat resmi dibuka musem itu akan memajang lebih dari 100 ribu artefak.
Sebelumnya pada April tahun ini Mesir telah melakukan pemindahan sisa-sisa mumi dari 22 firaun, termasuk mumi Ramses II dan Ratu Hatshepsut di Museum Mesir di Kairo ke Museum Nasional Peradaban Mesir, yang juga berada di Kairo dan dilakukan dengan upacara megah. Upacara itu ditayangkan di televisi dan dihadiri oleh Presiden Abdel Fattah El-Sisi.