Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jamur beracun yang hidup di alam liar.
ilustrasi jamur beracun (pexels.com/Erik Karits)

Intinya sih...

  • Kasus keracunan jamur di California didominasi warga pendatang, terutama yang berbahasa Spanyol

  • Jamur topi maut sangat mematikan jika dimakan dan sulit dibedakan dengan jamur aman

  • Orang yang memakan jamur topi maut akan mengalami gejala dalam 24 jam dan harus segera dibawa ke rumah sakit

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), kini sedang dilanda darurat keracunan jamur. Menurut otoritas kesehatan setempat, dari 18 November 2025 hingga 18 Januari 2026, peristiwa keracunan jamur di California sudah mencapai 39 kasus. Kasus ini menimpa warga berusia 19 bulan sampai 67 tahun. 

Sejauh ini, sudah ada empat orang dinyatakan tewas imbas keracunan jamur. Sementara itu, tiga orang lainnya dilaporkan harus menjalani operasi transplantasi hati. Sebab, dokter mengatakan hati mereka rusak karena memakan jamur beracun dalam jumlah banyak.

Imbas peristiwa ini, Departemen Kesehatan Masyarakat California meminta semua warga untuk waspada. Selain itu, pemerintah juga meminta semua warga untuk tidak mengonsumsi jamur liar. Sebab, jamur liar belum bisa dipastikan keamanannya untuk dikonsumsi sehari-hari. 

1. Kasus keracunan jamur di California didominasi warga pendatang

ilustrasi warga pendatang (pexels.com/Gela delrose)

Menurut laporan The Strait Times pada Senin (9/2/2026), kasus keracunan jamur di California kebanyakan dialami oleh pendatang yang 60 persen dari mereka berbahasa Spanyol. Salah satu contohnya adalah warga Meksiko.

Banyak pendatang di California tidak sengaja memakan jamur topi maut yang tumbuh liar di lingkungan sekitar. Sebab, mereka mengira spesies jamur tersebut aman dikonsumsi sehari-hari.

Salah satu contoh kelalaian tersebut terjadi pada seorang warga Meksiko yang tinggal di California, Laura Marcelino. Marcelino mengatakan, ia dan suaminya sempat memakan jamur topi maut di dalam sup yang dibuatnya. Namun, anak-anaknya tidak ikut makan karena tidak suka jamur.

Awalnya, Marcelino dan sang suami mengaku tidak merasakan apa pun usai memakan jamur maut tersebut. Namun, keesokan harinya, ia dan suaminya merasa pusing hebat dan lemas. Mereka kemudian muntah-muntah hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Imbasnya, Marcelino harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari penuh. Sementara itu, sang suami harus menjalani operasi transplantasi hati karena mengalami gagal fungsi hati usai memakan jamur topi maut. “Kami pikir itu aman,” ujar Marcelino, seperti dilansir CNN.

2. Jamur topi maut sangat mematikan jika dimakan

ilustrasi jamur beracun (unsplash.com/Péter Kövesi)

Sebagai informasi, jamur topi maut merupakan spesies jamur paling mematikan di dunia. Jamur ini biasanya banyak ditemui di daerah lokal dan daerah taman nasional California bagian utara. 

Bentuk jamur topi maut sangat mirip dengan jamur non-racun dan jamur biasa yang dijual di pasaran. Inilah yang membuat orang awam kesulitan membedakan jamur topi maut dengan jamur yang aman dikonsumsi. 

Jamur topi maut mengandung amatoksin yang sangat tinggi. Amatoksin sendiri merupakan jenis racun penyebab 90 persen kasus keracunan di seluruh dunia. Oleh karena itu, memakan jamur topi maut sedikit saja bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.

3. Orang yang memakan jamur topi maut akan mengalami gejala dalam 24 jam

ilustrasi gejala yang timbul usai makan jamur beracun (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Menurut para ahli, orang yang tidak sengaja memakan jamur topi maut awalnya tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, mereka akan mulai mengalami pusing hebat, mual, muntah, diare, hingga kerap perut dalam waktu 24 jam.

Jika sudah timbul gejala tersebut, seseorang yang habis mengonsumsi jamur topi maut harus segera dibawa ke rumah sakit. Sebab, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan gagal fungsi hati sehingga pasien bisa meninggal dunia.

Saat ini, jamur topi maut sedang tumbuh subur di California. Sebab, negara bagian tersebut sedang dilanda musim hujan. Cuaca pada musim hujan sangat cocok untuk perkembangan jamur topi maut sehingga mereka bisa tumbuh subur di alam bebas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team