Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran (unsplash.com/Anna Popović)
Kebakaran (unsplash.com/Anna Popović)

Intinya sih...

  • Kebakaran berasal dari satu speedboat

  • Otoritas Phuket kerahkan tim darurat dan forensik untuk tangani kebakaran

  • Pemilik speedboat mengalami kerugian yang besar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hebat terjadi di Dermaga Chalong, Phuket, pada Rabu (7/1/2026) dini hari dan menghancurkan lebih dari 20 speedboat yang bersandar di area wisata tersebut. Tim pemadam kebakaran, polisi, dan petugas penyelamat tiba di lokasi sekitar pukul 04.00 waktu setempat untuk memadamkan api yang dengan cepat menjalar di antara deretan kapal.

Gubernur Provinsi Phuket memerintahkan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran serta menyiapkan langkah darurat untuk mencegah penyebaran minyak ke laut. Otoritas setempat masih melakukan pendataan kerugian dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

1. Kebakaran berasal dari satu speedboat

Kebakaran bermula dari ledakan dan kobaran api di satu speedboat yang bersandar di area dermaga. Angin laut kemudian membawa puing-puing api ke deretan kapal lain di sekitarnya, menyebabkan api menyebar dengan cepat ke lebih dari 20 speedboat.

Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan truk pemadam dan peralatan penyelamatan. Mereka berupaya memadamkan api dengan menyemprotkan air dan memotong tali tambat kapal untuk memisahkan speedboat yang belum terbakar, guna mencegah penyebaran lebih luas.

Upaya pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi air laut yang surut, sehingga truk pemadam sulit menjangkau titik api secara langsung. Selain itu, banyak speedboat diketahui masih berisi tangki bahan bakar penuh karena bersiap untuk mengangkut wisatawan ke pulau-pulau di sekitar Phuket.

2. Otoritas Phuket kerahkan tim darurat dan forensik untuk tangani kebakaran

Wakil Gubernur Phuket, Adul Chuthong, menyatakan bahwa setelah pihak provinsi menerima laporan kebakaran, berbagai lembaga terkait segera diperintahkan untuk bergerak mengendalikan situasi.

“Setelah provinsi diberitahu, lembaga-lembaga terkait langsung diminta turun tangan untuk mengendalikan keadaan,” ujar Adul Chuthong, dikutip dari The Star.

Gubernur Phuket, Nirat Pongsitthavorn, memerintahkan Kantor Kelautan Phuket untuk menyiapkan busa pemadam guna menekan api dan mencegah penyebaran minyak ke laut. Ia juga menginstruksikan kepolisian dan tim forensik melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta meninjau rekaman CCTV di area dermaga dan sekitarnya.

Pada pagi harinya, saat air laut mulai pasang, petugas mulai memindahkan sejumlah speedboat dari area terdampak untuk mencegah endapan minyak dan puing kapal mencemari lingkungan laut. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam insiden kebakaran tersebut.

3. Pemilik speedboat mengalami kerugian yang besar

Hasil penilaian awal menunjukkan bahwa lebih dari 20 speedboat mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Salah satu pemilik speedboat dilaporkan kehilangan tiga unit speedboat dengan nilai masing-masing sekitar 5 juta baht (Rp2,6 miliar). Ia juga terpaksa membatalkan perjalanan wisata ke Pulau Racha dan Coral Island, yang berdampak pada lebih dari 100 wisatawan.

Pemilik speedboat tersebut mengungkapkan bahwa kerugian yang dialami sangat besar karena seluruh armadanya dijadwalkan beroperasi penuh pada hari kejadian. Sementara itu, estimasi total nilai kerusakan masih dihitung, mengingat harga satu unit speedboat dapat mencapai puluhan juta baht.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team