Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terbakar hebat pada Rabu (26/11/2025). IDN Times/Istimewa.
Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terbakar hebat pada Rabu (26/11/2025). IDN Times/Istimewa.

Intinya sih...

  • Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan jumlah WNI korban tewas kebakaran apartemen di Hong Kong bertambah jadi enam orang.

  • KJRI Hong Kong telah berkomunikasi dengan keluarga korban WNI dan menyalurkan bantuan logistik ke beberapa shelter.

  • Jumlah korban tewas dalam kebakaran kompleks apartemen Hong Kong ini meningkat menjadi 128 orang, dengan 200 orang hilang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan korban tewas kebakaran kompleks apartemen di Hong Kong bertambah jadi enam orang. Ini berdasarkan verifikasi polisi Hong Kong.

“Berdasarkan informasi KJRI Hong Kong, sejauh ini Polisi Hong Kong memverifikasi 6 WNI yang meninggal dunia,” kata juru bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, Sabtu (29/11/2025).

Nabyl mengatakan, KJRI Hong Kong telah berkomunikasi dengan keluarga korban WNI. Mereka juga bekerja sama dengan pemerintah setempat terkait penanganan jenazah.

Selain itu, KJRI juga telah menyalurkan bantuan logisitk ke beberapa shelter. Nabyl menambahkan, KJRI Hong Kong juga membuka posko di salah satu pusat penyaluran bantuan Tai Po Community Center.

“Proses identifikasi jenazah masih dilakukan otoritas berwenang. KJRI terus aktif memantau perkembangan dan menindaklanjuti keadaan di lapangan,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah korban tewas dalam kebakaran kompleks apartemen Hong Kong ini meningkat. Per Jumat (28/11), korban tewas menjadi 128 orang dengan 200 orang hilang. Pihak berwenang juga mengumumkan delapan penangkapan lagi terkait kebakaran tersebut.

Kebakaran menyebar dengan cepat di sebuah perumahan umum di lingkungan Tai Po di kota itu pada Rabu (26/11), menjebak orang-orang di dalamnya. Pihak berwenang memperingatkan jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah, fokus beralih ke apa yang menyebabkan kebakaran terburuk di wilayah itu dalam beberapa dekade.

Alarm kebakaran di kedelapan gedung kompleks itu ‘tidak berfungsi’, temuan para pejabat selama inspeksi yang dilakukan setelah kebakaran, menurut Direktur Layanan Pemadam Kebakaran Andy Yeung. Tidak jelas apakah sistem alarm beroperasi pada hari kebakaran, meskipun warga sebelumnya mengatakan bahwa alarm gedung mereka tidak berbunyi.

Editorial Team