Jakarta, IDN Times – Iron Dome, sistem antirudal kebanggan Israel, tidak mampu menghalau ribuan roket yang ditembakkan Hamas dari Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023). Serangan Hamas kali ini dianggap sebagai kegagalan terbesar sistem keamanan dan intelijen Israel.
Pakar geopolitik yang berbasis di Tel Aviv, Simon Tsipis, mengatakan bahwa Iron Dome bukan perangkat ajaib yang mampu membendung semua ancaman. Menurutnya, Hamas mampu memanfaatkan celah Iron Dome dalam serangan terbaru ini.
Iron Dome, yang dilengkapi dengan setidaknya 20 rudal Tamir, mulai beroperasi pada 2011. Israel mulai mengembangkan sistem pertahanan udara jarak pendek setelah konflik dengan Hizbullah pada 2006.
“Sistem pertahanan udara Iron Dome memiliki jangkauan 70 kilometer, dilengkapi radar yang mendeteksi dan melacak drone, mortir, roket, dan peluru artileri musuh,” kata Tsipis.
Lantas, kenapa Iron Dome tidak efektif menangkal rudal Hamas?
