Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_8842.jpeg
Pemimpin Korut Kim Jong Un Minta Maaf atas Kematian Tentaranya di Ukraina. (Dok. KCNA)

Intinya sih...

  • Kim Jong Un memberikan gelar kehormatan kepada prajurit yang gugur, serta janji bantu besarkan anak-anak mereka.

  • Ia juga berencana mendirikan tugu peringatan permanen untuk para prajurit yang gugur di lokasi baru bernama "Jalan Saebyeol."

  • Upacara penghormatan tersebut bertujuan meredakan ketidakpuasan dan memperkuat persatuan internal di tengah pengerahan pasukan yang berlarut-larut dan meningkatnya korban jiwa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga tentara yang gugur dalam perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung. Ia menyampaikannya dalam sebuah upacara langka yang dipublikasikan secara luas pada Jumat (29/8), yang menggarisbawahi biaya keterlibatan militer Pyongyang di luar negeri.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah mengatakan, putaran kedua penghargaan nasional untuk unit operasi luar negeri Tentara Rakyat Korea telah diadakan sehari sebelumnya.  

Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh yang berkuasa melaporkan, Kim secara pribadi menghibur keluarga yang berduka, menerbitkan foto-foto yang menunjukkan dia membungkuk dalam-dalam kepada mereka.

1. Mendapat gelar kehormatan

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. (commons.wikimedia.org/Kremlin.ru)

Dalam upacara tersebut, yang diadakan di sebuah fasilitas perjamuan negara di Pyongyang, Kim mempersembahkan potret para tentara yang gugur, masing-masing berbalut bendera Korea Utara, kepada keluarga mereka. Ia juga berpose untuk foto kenang-kenangan bersama kerabat dan menganugerahkan gelar ‘Pahlawan Republik Rakyat Demokratik Korea’, beserta Medali Bintang Emas dan Medali Bendera Nasional Kelas Satu, kepada mereka yang diakui atas jasa luar biasa dalam operasi militer di luar negeri.

"Ketika saya bertemu dengan keluarga yang ditinggalkan dalam upacara penghormatan, saya tak dapat berhenti memikirkan mereka yang tidak dapat hadir," ujar Kim, dilansir dari Korea JoongAng Daily, Sabtu (30/8/2025).

“Itulah sebabnya saya mengatur pertemuan hari ini—untuk setidaknya memberikan sedikit penghiburan dan membantu meringankan duka dan rasa kehilangan. Sekali lagi saya meminta maaf kepada seluruh keluarga, dengan membawa duka karena saya tidak dapat membawa pulang perwira dan prajurit kita hidup-hidup dari medan perang yang jauh, penyesalan karena saya tidak dapat melindungi nyawa mereka yang berharga,” lanjut dia.

2. Janji bantu besarkan anak-anak prajurit yang gugur

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (dok. Laman resmi Presiden Rusia/en.kremlin.ru)

Kim juga berjanji untuk bertanggung jawab membesarkan anak-anak prajurit yang gugur dalam operasi di luar negeri. 

"Meskipun mereka pergi tanpa menulis surat singkat kepada saya, saya percaya mereka telah mempercayakan rumah dan anak-anak tercinta mereka kepada saya," ujarnya.

“Putra-putri mereka akan dikirim ke sekolah-sekolah revolusioner kita, di mana saya, negara, dan tentara kita akan bertanggung jawab penuh untuk membesarkan mereka dengan baik,” lanjut dia.

Sekolah-sekolah semacam itu adalah lembaga elit yang dirancang untuk mendidik anak-anak orang yang gugur dalam tugas rezim Korea Utara sebagai pejabat partai di masa depan.

3. Akan mendirikan tugu peringatan untuk kenang prajurit

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan pejabat tinggi militer lainnya jelang keberangkatan menuju Rusia menggunakan kereta lapis baja pada Selasa (12/9/2023). (dok. KCNA via @nknewsorg)

Pemimpin Korea Utara tersebut selanjutnya mengumumkan rencana untuk mendirikan sebuah tugu peringatan permanen di lokasi baru yang disebut “Jalan Saebyeol,” tempat jenazah para prajurit yang gugur akan dimakamkan di dekat Arboretum Pyongyang, serta sebuah monumen untuk mengenang “prestasi abadi” mereka.

Para pejabat senior yang bergabung dengan Kim untuk berfoto-foto peringatan upacara tersebut antara lain saudara perempuannya, Kim Yo Jong, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, Pak Jong Chon, Menteri Pertahanan, Roh Kwang Chol, dan Kepala Staf Umum, Ri Yong Gil.

Upacara ini merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari seminggu. Pada 22 Agustus, media pemerintah melaporkan bahwa sebuah dinding peringatan telah didirikan di markas besar Partai Buruh, dengan medali-medali diletakkan di bawah potret 101 tentara yang gugur.

Para analis mengatakan rangkaian peringatan yang cepat ini bertujuan untuk meredakan ketidakpuasan dan memperkuat persatuan internal di tengah pengerahan pasukan yang berlarut-larut dan meningkatnya korban jiwa.

Pada bulan April, Badan Intelijen Nasional Seoul memberi tahu anggota parlemen Korea Selatan bahwa korban Korea Utara di Ukraina berjumlah 4.700 orang, termasuk 600 orang tewas.

Editorial Team