Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi jenazah (Dok Thinkstock)
Ilustrasi jenazah (Dok Thinkstock)

Intinya sih...

  • Bar dipenuhi pengunjung saat insiden

  • Korban luka bakar parah penuhi rumah sakit

  • Penyidikan masih berlangsung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka setelah kebakaran hebat melanda sebuah bar di resor ski Crans-Montana, Swiss selatan, saat perayaan Tahun Baru. Tragedi ini terjadi ketika bar tersebut dipenuhi pengunjung yang tengah merayakan pergantian tahun pada Kamis (1/1/2026).

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat di bar bernama Le Constellation, salah satu tempat hiburan populer di kawasan wisata tersebut. Api dengan cepat membesar dan menyebabkan kepanikan di dalam bangunan.

Kepolisian Swiss menegaskan insiden ini bukan merupakan serangan. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh otoritas setempat.

Tragedi ini berdampak lintas negara, dengan korban berasal dari berbagai kewarganegaraan. Pemerintah Swiss menyatakan fokus utama saat ini adalah penyelamatan korban, perawatan medis, serta identifikasi jenazah.

1. Bar dipenuhi pengunjung saat insiden

Ilustrasi perayaan tahun baru (pexel.com/Jonathan Petersson)

Kebakaran terjadi di tengah suasana perayaan Tahun Baru yang ramai, ketika bar dipenuhi pengunjung muda yang sedang berpesta. Pejabat setempat menyebutkan jumlah orang yang berada di dalam bar saat kejadian belum dapat dipastikan.

Media Swiss menampilkan gambar bangunan bar yang hangus terbakar, dengan puluhan petugas pemadam kebakaran dan layanan darurat dikerahkan ke lokasi sepanjang malam.

Komandan kepolisian regional, Frederic Gisler, mengatakan proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena api menyebar dengan cepat.

"Prioritas kami dalam beberapa hari ke depan adalah mengidentifikasi para korban agar jenazah mereka dapat segera dikembalikan kepada keluarga," ujarnya, dikutip BBC, Jumat (2/1/2025).

Jaksa Agung Beatrice Pilloud menyampaikan penyelidikan masih berlangsung dan berbagai hipotesis tengah dikaji.

"Pada tahap ini, tidak ada indikasi bahwa peristiwa ini merupakan serangan," kata Pilloud, seraya menegaskan pihaknya menolak berspekulasi sebelum penyelidikan selesai.

2. Korban luka bakar parah penuhi rumah sakit

Sebanyak 115 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sebagian besar dengan luka bakar serius. Sekitar 60 korban dirawat di Rumah Sakit Sion di wilayah Valais, dengan banyak di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Gubernur Valais, Mathias Reynard, mengatakan unit perawatan intensif di rumah sakit setempat telah mencapai kapasitas maksimal.

"Kami menyadari dengan sangat menyakitkan proses identifikasi korban dan penanganan korban luka akan memakan waktu lama bagi keluarga," ujarnya.

Sejumlah korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Lausanne, Zurich, dan Jenewa yang memiliki fasilitas khusus luka bakar. Rumah Sakit Universitas Lausanne merawat 22 pasien, sementara Rumah Sakit Universitas Zurich menangani 12 pasien luka bakar.

Seorang dokter di Jenewa, Robert Larribau, menjelaskan sebagian besar pasien mengalami luka bakar tingkat tiga dan berusia muda, antara 15 hingga 25 tahun.

"Kebakaran terjadi begitu intens sehingga luka bakar bisa bersifat internal. Banyak korban menghirup asap beracun ke paru-paru mereka," kata Larribau.

3. Penyidikan masih berlangsung

Pemerintah Italia melaporkan 16 warganya masih dinyatakan hilang, sementara antara 12 hingga 15 warga Italia lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyak tiga di antaranya telah dievakuasi ke Milan untuk mendapatkan penanganan luka bakar lanjutan.

Pemerintah Prancis juga mengonfirmasi delapan warganya hilang dan tidak menutup kemungkinan terdapat warga Prancis di antara korban tewas. Beberapa korban luka telah dipindahkan ke rumah sakit di Prancis.

Penyelidikan resmi terus dilakukan dengan mewawancarai saksi mata serta menganalisis ponsel yang ditemukan di lokasi kejadian. Area sekitar bar ditutup untuk mendukung proses identifikasi korban dan penyelidikan teknis.

Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyebut kebakaran ini sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negaranya.

"Ini adalah salah satu tragedi paling parah yang pernah dialami negara kami," ujarnya, seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Editorial Team