Protes di ibu kota Venezuela, Caracas, yang awalnya damai bisa berubah menjadi sangat brutal hingga memakan korban. Demonstran dan pihak keamanan sering terlibat dalam pertikaian. Polisi pun melemparkan gas air mata dan meledakkan bom Molotov.
Sejak protes dimulai telah ada sekitar 950 orang yang terluka. Tak sampai di situ. Pertikaian sepanjang protes juga memakan korban jiwa. Angka terbaru menunjukkan bahwa ada 48 orang yang tewas. Beberapa dikaitkan dengan pertikaian antara pihak oposisi dan pro pemerintah.
Sementara beberapa lainnya tewas karena aksi vandalisme yang tak berhubungan dengan protes politik. Maduro sendiri pernah berkata bahwa para demonstran melakukan upaya kudeta menggunakan kekerasan dengan bantuan AS.
Salah satu pernyataannya pun menjadi perdebatan. Ia sempat menyebut bahwa apa yang menimpa pemerintah Venezuela sama dengan apa yang terjadi kepada Yahudi kala Nazi berkuasa di Jerman. Dengan kata lain, pihak oposisi merupakan Hitler pada kasus ini. "Kami adalah Yahudi di abad 21 yang dikejar oleh Hitler," ujar Maduro.