Menggunakan kultur pop sebagai senjata politik bukan hal baru. Banyak tokoh politik yang mencoba meraih dukungan masyarakat dengan memanfaatkan popularitas pekerja kreatif maupun karyanya. Misalnya, ketika mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat, berkampanye mereka memanfaatkan dukungan para selebritas untuk meraih suara.
Sayangnya, ini tak selalu berjalan mulus. Kali ini Presiden Venezuela Nicolas Maduro justru membuat geram pelantun lagu hits Despacito, Luis Fonsi dan Daddy Yankee, karena menggunakan lagu tersebut untuk terlihat relevan di mata publik.