Jakarta, IDN Times - Serangan udara Israel kembali menggempur wilayah Gaza utara dan selatan pada Rabu (6/5/2026). Insiden tersebut menewaskan setidaknya lima warga Palestina termasuk seorang petugas kepolisian. Serangan ini terjadi di tengah periode gencatan senjata yang masih berlangsung, memicu kecaman keras dari otoritas setempat.
Menurut sumber medis, serangan di lingkungan al-Daraj dan Zeitoun di Kota Gaza menargetkan kerumunan warga sipil. Di Zeitoun, 3 anggota keluarga tewas saat mencoba mendirikan tenda pengungsi di dekat Masjid Salah al-Din. Sementara itu, di Khan Younis, Gaza selatan, sebuah rudal menghantam kendaraan polisi yang melintasi area padat pengungsi di al-Mawasi.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengonfirmasi tewasnya seorang petugas. Pihaknya menyebut serangan ini sebagai upaya sengaja Israel untuk menciptakan kekacauan keamanan. Korban tewas akibat insiden tersebut menambah total lebih dari 72 ribu warga Palestina yang terbunuh dan lebih dari 172 ribu terluka akibat genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023, Anadolu Agency melaporkan.
Di balik angka kematian yang terus bertambah, krisis kemanusiaan di Gaza meninggalkan luka permanen bagi generasi termuda. Anak-anak yang lahir sejak pecahnya perang di Gaza menghadapi dampak kesehatan serius mulai dari kelumpuhan, kelainan bentuk, dan luka bakar parah.
