Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Larijani: Iran Tak Akan Negosiasi dengan AS!
Ketua Majelis Permusyawaratan Islam (Parlemen) Republik Islam Iran, Ali Larijani, saat berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Ali Larijani menegaskan Iran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat, membantah laporan media AS soal upaya melanjutkan pembicaraan nuklir melalui mediator Oman.
  • Pernyataan Larijani muncul setelah The Wall Street Journal mengklaim adanya komunikasi diplomatik pasca pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel.
  • Menlu Iran Abbas Araghchi mengecam keras pembunuhan tersebut di PBB, menyebutnya sebagai tindakan teror yang melanggar hukum internasional dan mendesak langkah konkret untuk menuntut pertanggungjawaban AS serta Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran tidak akan lagi bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, membantah klaim media AS telah melakukan upaya baru untuk melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Washington.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari Al Jazeera, Senin (2/3/2026).

Pernyataan itu muncul setelah The Wall Street Journal mengklaim Larijani melakukan upaya tersebut melalui mediator Oman setelah pembunuhan Khamenei.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB yang mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel.

“Pembunuhan pemimpin tertinggi kami merupakan tindakan teror yang pengecut, dan eskalasi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya yang menyerang norma-norma paling mendasar dari kenegaraan dan perilaku beradab di antara bangsa-bangsa,” kata Araghchi.

“Tindakan seperti itu tidak hanya melanggar prinsip-prinsip hukum internasional yang telah ditetapkan; tindakan itu secara sembrono membuka kotak Pandora yang berbahaya, mengikis landasan kesetaraan kedaulatan dan stabilitas sistem internasional,” katanya.

Araghchi mengatakan Iran dengan sungguh-sungguh menyerukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan untuk melaksanakan tanggung jawab yang diamanatkan oleh Piagam untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Ia menegaskan, PBB harus mengambil langkah-langkah segera, konkret, dan efektif. “Untuk memastikan pertanggungjawaban penuh Amerika Serikat dan rezim Israel atas tindakan teroris keji yang disebutkan di ata,” pungkasnya.

Editorial Team