Achmad Syaifuddin (kanan) dan Abdul Basir (tengah) menyambut kedatangan jemaah haji Khusus di Medinah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 20Y)
Pembimbing Ibadah Haji Khusus, Achmad Syaifuddin, mengungkapkan bahwa rasa haru dan kerinduan sangat kental terasa di antara para jemaah setibanya di Madinah.
"Jemaah yang tadi hadir di Madinah memang sudah menanti suasana yang mereka rindukan selama ini. Mereka ingin bersilaturahmi, berjumpa dengan Nabi di Kota Nabi, mereka excited bisa hadir di Madinah ini," ungkap Achmad.
Sebagai pembimbing ibadah, Achmad berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang intensif agar perjalanan spiritual para jemaah benar-benar bermakna. "Insyaallah kami sebagai pembimbing akan memberikan bimbingan, pendampingan, agar kehadiran jemaah di Kota Nabi ini benar-benar membuat mereka meresapi apa yang sebenarnya Nabi inginkan dalam kehidupan di dunia ini," tambahnya.
Petugas PPIH menyambut kedatangan jemaah haji khusus (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Secara keseluruhan, Ayman Sofyan menyebutkan bahwa Patuna akan memberangkatkan total 1.100 jemaah haji khusus pada tahun ini. Jumlah tersebut akan diberangkatkan menggunakan 26 unit bus. Ia menjelaskan bahwa jemaah haji khusus ini rata-rata akan menghabiskan waktu total selama 30 hari dalam rangkaian ibadahnya.
Khusus di Madinah, paket kedatangan perdana (sekitar 40 orang) ini merupakan paket Arbain, sehingga mereka akan menetap selama 10 hari. Karena penerbangan dimajukan satu hari, masa tinggal di Madinah bertambah menjadi 10 malam. Sementara untuk paket non-Arbain, jemaah haji khusus hanya akan berada di Madinah selama 4 hari. Untuk agenda city tour di Madinah, rute yang diambil tetap sama dengan jemaah reguler, meliputi kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, hingga kebun kurma.