Ilustrasi penggunaan vape. (pexels.com/Ruslan Alekso)
Menurut Dewan Penasihat tentang Penyalahgunaan Narkoba (ACMD) Inggris, etomidate, turunannya, dan senyawa terkait saat ini tidak tercantum dalam Konvensi Obat PBB. Etomidate biasanya dikendalikan oleh masing-masing negara melalui undang-undang obat nasional atau internasional karena hanya merupakan obat resep.
Dalam beberapa tahun terakhir, bukti penyalahgunaan etomidate dan senyawa terkait dalam jumlah signifikan telah muncul di kawasan Asia Pasifik, khususnya melalui penggunaan perangkat vape. Akibatnya, penerapan kontrol yang lebih ketat. Penggunaan vape sebagai metode konsumsi narkoba berkembang pesat di kalangan dewasa muda di Australia dan Selandia Baru, menawarkan cara mudah untuk terpapar etomidate.
Penyalahgunaan serupa melalui rokok elektrik dan perangkat vaping mulai dilaporkan di Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Produk yang dapat dihisap itu disebut secara lokal sebagai 'space oil' atau 'kpods'. Sementara, di Thailand mereka menyebutnya sebagai 'rokok zombie'. Pada Desember 2024, sebuah fasilitas skala besar untuk sintesis ilegal etomidate diidentifikasi di Bangkok, dengan kemampuan memproduksi lebih dari setengah juta rokok elektrik.
Seoul Economic Daily melaporkan, China menetapkan etomidate sebagai zat yang dikendalikan pada 2023. Ini setelah muncul laporan tentang disfungsi adrenal dan gangguan endokrin pada pasien berusia 15-20 tahun yang telah menggunakan rokok elektrik yang mengandung etomidate dalam jangka waktu lama.
Di sisi lain, Amerika Serikat, Inggris, dan banyak negara Eropa masih mengklasifikasikannya sebagai obat resep non-narkotika, meskipun organisasi internasional seperti UNODC telah mengeluarkan peringatan tentang penyebarannya di pasar gelap.