Petugas kesehatan Malaysia bersiap untuk kedatangan warga Malaysia di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, pada 26 Februari 2020. ANTARA FOTO/Malaysia's Ministry of Health/Muzzafar Kasim/Handout via REUTERS
Malaysia telah melaporkan sebanyak 2.626 kasus COVID-19 di mana 43 di antaranya meninggal dunia. Sejak 18 Maret, pemerintah memutuskan untuk memberlakukan lockdown. Aturan ini berlaku hingga 14 April seperti yang telah diumumkan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
Mayoritas bisnis pun tutup untuk sementara waktu, kecuali yang dianggap melayani kebutuhan dasar masyarakat seperti supermarket dan apotek. Pemerintah juga melarang warga bepergian keluar negeri serta menginstruksikan polisi untuk mendirikan penghalang jalan guna mencegah aktivitas yang dinilai tidak penting. Militer diturunkan untuk memastikan aturan dipatuhi masyarakat.
Terbaru, seperti dilaporkan Bloomberg, pemerintah memberlakukan jam operasional bagi beberapa usaha. Kedai, restoran dan stasiun pengisian bahan bakar hanya boleh buka dari pukul 08.00 pagi sampai 20.00 malam. Sementara taksi dan ojek online sejak pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam. Pemerintah juga menegaskan hanya boleh ada satu orang dalam satu kendaraan pribadi.