Ilustrasi Racun (IDN Times/Mardya Shakti)
Melansir dari BBC, Kovtun dan Lugovoi dituduh membunuh Litvinenko dalam pertemuan mereka pada 2006 di sebuah hotel di London, Inggris. Mereka dituduh menaruh zat beracun polonium-210 ke dalam minuman Litvinenko, yang membuatnya sakit parah dan meninggal pada 23 November, beberapa minggu setelah pertemuan mereka.
Hasil investigasi menemukan bahwa tempat yang dikunjungi oleh Kovtun dan Lugovoi selama berada di London, termasuk di hotel tempat mereka bertemu ada jejak polonium-210.
Pembunuhan ini diduga terjadi karena Litvinenko membelot dari Rusia. Dia mengklaim bahwa badan intelijen Rusia dan Presiden Vladimir Putin sebagai dalang dari pemboman di gedung-gedung di Moskow dan dua kota lainnya pada 1999, yang dilakukan untuk membenarkan perang di Chechnya dan meningkatkan kredibilitas Putin.
Tuduhannya terhadap Putin membuat Litvinenko dipecat dari badan intelijen Rusia. Karena merasa terancam, dia dan keluarganya meninggalkan Rusia pada 2000 dan hijrah ke London. Dia kemudian diberikan kewarganegaraan Inggris dan bekerja untuk badan intelijen Inggris.