Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menegaskan penipuan daring dan kejahatan siber bukanlah fenomena baru bagi kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, para pemimpin ASEAN telah lama menyadari ancaman penyalahgunaan teknologi dan mengambil langkah bersama untuk menanganinya.
Dia mengingatkan pada 2023, para pemimpin ASEAN mengadopsi deklarasi di Indonesia yang secara khusus membahas upaya penanggulangan penyalahgunaan teknologi. Langkah tersebut menunjukkan ASEAN tidak diam, melainkan telah melihat persoalan ini sebagai tantangan serius sejak awal.
Kao menekankan kejahatan digital merupakan isu global, bukan hanya masalah regional. Perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi virtual membawa manfaat besar, namun juga menghadirkan tantangan nyata bagi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Dalam konteks tersebut, ASEAN terus membangun dan mengaktifkan berbagai mekanisme kerja sama lintas sektor dan lintas negara untuk menghadapi meningkatnya kejahatan siber dan penipuan online yang bersifat transnasional.
