Pertemuan delegasi Indonesia dengan pemerintah China pada Selasa, 26 Juli 2022. (Twitter.com/Menlu RI)
Lebih lanjut, Indonesia sedang menghadapi tantangan yang jauh lebih besar menjelang perhelatan KTT G20 mendatang. Sebab, perhelatan itu disebut terpecah akibat perang Rusia dan ukraina.
“Jokowi memiliki tugas yang sangat sulit sekarang karena dunia menghadapi banyak tantangan, dari ekonomi, kemanusiaan, dan keuangan hingga krisis geopolitik,” kata Danil Bochkov, seorang analis di Dewan Urusan Internasional Rusia.
“Ia memilki tugas yang sulit untuk memastikan G20 diadakan pada musim semi di tengah ketidaksepakatan yang dimiliki satu sama lain,” lanjutnya.
Sementara itu, Raffaello Pantucci, pengamat dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, mengatakan Indonesia berupaya menjaga semua pihak untuk tetap bertahan menjelang KTT G20, dan juga menunjukkan relevansinya di panggung internasional.
Ia mengatakan, Indonesia berusaha memproyeksikan dirinya dalam tindakan penyeimbang antara China dan AS, serta antara Ukraina dan Rusia.
“Pembicaraan Jokowi baru-baru ini jelas merupakan upaya yang menunjukkan Indonesia menggunakan G20 untuk peran perantara ini, jadi itu jelas sebuah tujuan,” kata Pantucci.