Jeddah, IDN Times— Rombongan Amirul Hajj Indonesia gelombang kedua akhirnya mendarat di Tanah Suci. Dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), delegasi ini tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Selasa (19/5/2026) sore pukul 17.40 WAS. Kedatangan tim inti ini membawa fokus utama: memfinalisasi persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi penentu kesuksesan operasional tahun ini.
Menhaj Irfan Yusuf Tiba di Jeddah, Pimpin Rombongan Amirul Hajj

1. Formasi Delegasi Amirul Hajj Gelombang Kedua
Kehadiran Amirul Hajj gelombang kedua ini melengkapi tim pendahulu yang dipimpin oleh Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam rombongan yang mendarat Selasa sore ini, Gus Irfan didampingi oleh sejumlah pejabat dan tokoh nasional lintas ormas.
Di antaranya adalah Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin), Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Penasihat Presiden Muhadjir Effendy, serta tokoh akademisi seperti Rektor UIN Maliki Malang Prof. Ilfi Nurdiana dan Prof. Heri Hermansyah. Turut hadir pula perwakilan ormas Islam, yakni Prof. Hasyimsyah Nasution dari PP Muhammadiyah dan KH Asep Saifuddin Chalim dari PBNU, serta Safira Machrusah dan Mohamad Jusuf Hamka.
"Salah satu tugas Amirul Hajj adalah memastikan semua proses haji para jemaah kita berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan semuanya pulang dengan sehat serta menjadi haji yang mabrur," ujar Gus Irfan saat memberikan keterangan pers di bandara.
2. Rapat maraton finalisasi Skema Armuzna
Setibanya di bandara, Menhaj langsung mendengarkan pemaparan progres dari Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo. Gus Irfan menyebut bahwa fokus tim saat ini adalah memastikan skenario Armuzna "terkunci" tanpa celah.
"Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna," tegasnya.
Bagi Gus Irfan, Armuzna adalah pertaruhan terbesar. "Puncak dari haji adalah Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses. Jadi walaupun masih panjang sampai tengah Juni, tapi kalau Armuzna selesai berarti 80 persen sudah selesai," lanjutnya.
3. Angka jemaah wafat menurun, Petugas dapat apresiasi
Di tengah padatnya agenda, Gus Irfan membawa kabar melegakan terkait tingkat keselamatan jemaah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, angka fatalitas (*mortality rate*) jemaah pada fase kedatangan tahun ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
"Alhamdulillah laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik," syukurnya. Ia juga melaporkan bahwa 93 persen dari total jemaah haji reguler Indonesia telah tiba di Tanah Suci.
Penurunan angka fatalitas ini, menurut Gus Irfan, tak lepas dari dedikasi luar biasa para petugas di lapangan. "Saya apresiasi petugas. Luar biasa mereka berjibaku di lapangan, dan tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif semua," puji Gus Irfan. Namun, ia mengingatkan petugas agar tidak terlena karena tantangan terbesar justru baru akan dimulai saat wukuf nanti.
4. Menhaj sapa jemaah Bekasi, larang keras city tour
Selain agenda formal, Gus Irfan juga menyempatkan diri turun langsung menyapa jemaah haji asal Kabupaten Bekasi (Kloter KJT 37) yang tengah beristirahat di Plaza B2 Bandara Jeddah. Momen interaksi hangat ini dimanfaatkan jemaah untuk berfoto bersama sang menteri. Di lokasi tersebut, ia juga meninjau langsung operasional layanan khusus jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Di hadapan jemaah, Gus Irfan kembali menegaskan larangan keras bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengadakan kegiatan yang menguras fisik.
"Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sunah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah," pesannya mewanti-wanti. "Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya," pungkasnya dengan nada tegas.
Setelah agenda di bandara, sebagian besar rombongan Amirul Hajj dijadwalkan langsung bertolak menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib. Sementara itu, Gus Irfan masih akan menetap sementara di Jeddah untuk memenuhi undangan diplomasi dari Kementerian Haji Arab Saudi.