Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhan Latvia Mundur Gegara Drone Ukraina
ilustrasi bendera Latvia (unsplash.com/upmanis)
  • Andris Spruds mundur dari jabatan Menteri Pertahanan Latvia setelah insiden masuknya drone Ukraina, demi mencegah perpecahan di tubuh militer negaranya.
  • Perdana Menteri Evika Silina mengkritik Spruds terkait penggunaan anggaran pertahanan sebesar 2 miliar euro dan menuntut akuntabilitas atas lemahnya sistem pertahanan udara Latvia.
  • Pemerintah Ukraina menjelaskan bahwa drone yang memasuki wilayah Latvia disebabkan gangguan alat perang elektronik Rusia dan menawarkan bantuan pakar pertahanan udara untuk negara-negara Baltik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds memutuskan mundur dari jabatannya pada Minggu (10/5/2026). Keputusan ini dilakukan setelah beberapa hari usai masuknya drone asal Ukraina.  

“Hari ini, saya memutuskan untuk mundur dan mempublikasikan bahwa saya mengakhiri masa jabatan saya seperti Menteri Pertahanan untuk melindungi dari kampanye perpecahan di tubuh militer Latvia,” ungkapnya, dikutip dari LSM.

Insiden ini menjadi lanjutan inkursi drone Ukraina di negara Baltik dan Finlandia. Langkah ini dilakukan Kiev untuk menyerang fasilitas minyak Rusia di pesisir Laut Baltik. 

1. Sebut peningkatan kapabilitas militer Latvia lebih penting dari jabatan

Spruds mengungkapkan bahwa sudah ada peningkatan kapabilitas pertahanan Latvia. Ia menekankan bahwa peningkatan kapabilitas militer jauh lebih penting dibandingkan posisi menteri ataupun kepentingan partai. 

“Saya tidak akan membiarkan kampanye politik saya atau kampanye politik kami justru memperburuk tentara Latvia dan badan pertahanan,” tuturnya. 

Ia membeberkan bahwa Perdana Menteri Latvia, Evika Silina tengah berada dalam tekanan dari berbagai partai. Ia pun khawatir akan penurunan elektabilitas dalam pemilihan umum di Parlemen Latvia. 

2. PM Latvia kritik kapabilitas pertahanan udara Latvia

Sehari sebelumnya, Silina mengkritik Spruds terkait dengan alokasi anggaran pertahanan yang mencapai 2 miliar euro (Rp40,9 triliun). Ia pun meminta agar Spruds segera mengundurkan diri dari jabatannya. 

“Anggaran sebesar Rp40,9 triliun tentu mengharuskan menteri paham bahwa rakyat mengharapkan akuntabilitas darinya. Apakah ini normal bahwa sekali lagi kami tidak dapat melakukan apapun?” katanya. 

Dilansir BNN, Silina menyebut bahwa pemerintahannya sudah memberikan dukungan besar terhadap sektor pertahanan dan keamanan. Bahkan, pemerintah Latvia sudah mengorbankan anggaran untuk beberapa sektor lain hanya untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan. 

3. Ukraina sebut inkursi drone disebabkan alat perang Rusia

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengatakan bahwa drone Ukraina yang masuk ke Latvia adalah akibat dari alat perang elektronik Rusia. Alat tersebut sengaja membelokkan drone Ukraina dari targetnya di Rusia. 

Dilansir TVP World, Ukraina menawarkan pakar pertahanan udara dalam menanggapi inkursi drone. Sybiha menyebut pakar tersebut akan mampu meningkatkan keamanan negara-negara Baltik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team