Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds memutuskan mundur dari jabatannya pada Minggu (10/5/2026). Keputusan ini dilakukan setelah beberapa hari usai masuknya drone asal Ukraina.
“Hari ini, saya memutuskan untuk mundur dan mempublikasikan bahwa saya mengakhiri masa jabatan saya seperti Menteri Pertahanan untuk melindungi dari kampanye perpecahan di tubuh militer Latvia,” ungkapnya, dikutip dari LSM.
Insiden ini menjadi lanjutan inkursi drone Ukraina di negara Baltik dan Finlandia. Langkah ini dilakukan Kiev untuk menyerang fasilitas minyak Rusia di pesisir Laut Baltik.
