Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Momen Hangat Trump-Raja Charles di Tengah Dingin Hubungan Inggris-AS
Kunjungan Raja Inggris Charles III ke Amerika Serikat disambut Presiden AS Donald Trump. (AFP/SAUL LOEB)
  • Trump menyambut Raja Charles III dan Ratu Camilla di Gedung Putih dengan suasana hangat, membagikan kisah ibunya yang mengagumi keluarga kerajaan Inggris.
  • Di tengah ketegangan diplomatik terkait perang Iran, Trump melontarkan candaan ‘Dua Raja’ dan menegaskan kedekatan hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris.
  • Raja Charles III dalam pidatonya di Kongres AS menyoroti pentingnya kerja sama global, dukungan terhadap Ukraina, serta penolakan terhadap kekerasan sebagai solusi konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kunjungan Raja Inggris Charles III dan Ratu Camilla ke Gedung Putih diwarnai nuansa hangat sekaligus personal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam sambutannya, Trump tidak hanya menampilkan seremoni kenegaraan, tetapi juga membagikan kisah keluarga yang tak terduga.

Trump mengungkap ibunya, Mary, kagum dengan keluarga kerajaan Inggris, bahkan menyebut secara langsung ketertarikannya pada Raja Charles saat masih muda. Pernyataan itu disampaikan di hadapan publik dalam pidato di halaman Gedung Putih.

Di tengah pujian dan candaan, momen tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Inggris terkait perang Iran. Namun, suasana hangat yang dibangun Trump dinilai meredakan ketegangan tersebut.

Kunjungan ini juga menjadi simbol penting hubungan kedua negara yang telah terjalin lama, meskipun diwarnai perbedaan pandangan dalam sejumlah isu global.

1. Cerita Trump soal ibunya naksir Raja Charles

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Dalam pidatonya, Trump mengenang ibunya yang berasal dari Skotlandia dan sangat mengagumi keluarga kerajaan Inggris. Ia menyebut sang ibu selalu mengikuti kemunculan Ratu Elizabeth II di televisi.

“Saya juga ingat dia mengatakan, dengan sangat jelas, ‘Charles, lihat, Charles muda. Dia sangat lucu,’” kata Trump sambil tertawa, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (29/4/2026).

Trump kemudian menambahkan dengan nada bercanda, “Ibu saya, ibu saya, naksir Charles. Bisa Anda bayangkan? Luar biasa. Saya jadi penasaran apa yang dia pikirkan sekarang.”

Raja Charles yang mendengar pernyataan itu terlihat tersenyum kaku dan memberikan gestur santai, seolah mempersilakan Trump melanjutkan ceritanya.

Selain itu, Trump juga memberikan penghormatan kepada mendiang Ratu Elizabeth II dengan menyebutnya sebagai “wanita yang sangat, sangat istimewa yang sangat dirindukan di kedua sisi Atlantik yang besar ini.”

2. Candaan ‘Dua Raja’

Kunjungan Raja Inggris Charles III ke Amerika Serikat disambut Presiden AS Donald Trump. (AFP/SAUL LOEB)

Sebelum kedatangan Raja Charles, Trump sempat melontarkan candaan di media sosial terkait hubungan kekerabatan jauh dengan keluarga kerajaan Inggris.

“Wow, itu bagus. Saya selalu ingin tinggal di Istana Buckingham!!!” tulis Trump di platform Truth Social.

Ia juga menambahkan, “Saya akan berbicara dengan Raja dan Ratu tentang ini dalam beberapa menit!!!”

Gedung Putih bahkan mengunggah pesan bertuliskan “DUA RAJA” disertai foto Trump dan Charles, yang memicu beragam reaksi, termasuk dari para pengkritik Trump. Trump mengakui adanya ironi dalam penyambutan meriah terhadap raja Inggris di tengah peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari kekuasaan Inggris.

Namun, ia menegaskan kedekatan hubungan kedua negara dengan mengatakan Amerika Serikat tidak memiliki teman yang lebih dekat selain Inggris.

3. Pidato Raja Charles yang tekankan tantangan dunia saat ini

Kunjungan Raja Inggris Charles III ke Amerika Serikat disambut Presiden AS Donald Trump. (AFP/SAUL LOEB)

Dalam kesempatan terpisah, Raja Charles III menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS, yang menjadi momen penting dalam kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama internasional di tengah tantangan global.

“Tantangan yang kita hadapi terlalu besar untuk ditanggung oleh satu negara saja,” ujar Charles.

Ia juga menegaskan, hubungan antara Inggris dan Amerika Serikat lahir dari perselisihan, tetapi tidak menjadi kurang kuat karenanya.

Dalam pidatonya, Charles menyoroti pentingnya NATO, dukungan terhadap Ukraina, serta perlunya menjaga keseimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi. Ia juga mengingatkan kekerasan tidak boleh menjadi jalan penyelesaian.

“Tindakan kekerasan seperti itu tidak akan pernah berhasil,” ucap Charles.

Kunjungan ini ditutup dengan agenda jamuan kenegaraan, menandai perpaduan antara seremoni dan diplomasi di tengah dinamika hubungan global yang kompleks.

Editorial Team