Jakarta, IDN Times - Ketua Perikatan Nasional Muhyiddin Yassin mendesak Anwar Ibrahim untuk menjelaskan, mengapa dia menandatangani perjanjian dengan Indonesia yang mengarah pada penetapan batas laut teritorial.
Muhyiddin mempertanyakan apakah perjanjian tersebut berarti Malaysia berkompromi dalam hal-hal yang berkaitan dengan kedaulatan nasional dan perbatasan internasional, kata Yassin di Negeri Sembilan pada Sabtu (10/6/2023).
Sebagai informasi, pada Kamis Indonesia-Malaysia menandatangani enam instrumen bilateral yang berkaitan dengan penyeberangan perbatasan, perdagangan, kerja sama promosi investasi, saling pengakuan sertifikasi halal untuk produk dalam negeri, serta dua perjanjian yang berkaitan dengan penetapan batas laut teritorial.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam kunjungan dua hari Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo ke Malaysia.