Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Museum di Makkah Simpan Al-Qur’an Langka Berisi 60 Halaman
ilustrasi Al-Qur’an (unsplash.com/Masjid MABA)
  • Museum Al-Qur’an di Makkah menyimpan mushaf langka berisi 60 halaman yang menjadi bukti penting perjalanan awal umat Islam dalam menjaga keaslian penulisan Al-Qur’an.
  • Manuskrip tersebut menampilkan perkembangan kaligrafi Arab kuno dan metode penyalinan dari berbagai era, memperlihatkan kekayaan seni serta tradisi dokumentasi Islam.
  • Mushaf 60 halaman itu kini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dan peneliti, mencerminkan perhatian besar terhadap pelestarian warisan spiritual dan sejarah Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
masa awal perkembangan peradaban Islam

Proses penyalinan Al-Qur’an dilakukan dengan sangat teliti dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mushaf 60 halaman mencerminkan perhatian besar terhadap akurasi penulisan pada masa awal perkembangan peradaban Islam.

berbagai era Islam

Museum menampilkan perkembangan seni kaligrafi Al-Qur’an dari lembaran perkamen hingga manuskrip berhias yang berkembang di berbagai era Islam. Koleksi ini menunjukkan kekayaan warisan dan keragaman seni Islam.

10 Mei 2026

Dilansir Voice of Emirates, mushaf langka berisi 60 halaman di Museum Al-Qur’an Makkah menarik perhatian pengunjung dan peneliti karena nilai sejarah dan spiritualnya yang tinggi.

kini

Mushaf 60 halaman menjadi koleksi paling diminati di Museum Al-Qur’an Makkah. Pengunjung dan peneliti mengagumi ketelitian tulisan tangan serta upaya pelestarian manuskrip kuno tersebut hingga sekarang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Museum Al-Qur’an di Makkah menampilkan manuskrip Al-Qur’an langka berisi 60 halaman yang menjadi salah satu koleksi utama dan menarik perhatian pengunjung serta peneliti sejarah Islam.
  • Who?
    Pihak Museum Al-Qur’an di Makkah bersama kurator museum, pengunjung, dan peneliti sejarah Islam yang datang untuk melihat langsung manuskrip tersebut.
  • Where?
    Manuskrip disimpan dan dipamerkan di Museum Al-Qur’an yang berlokasi di Kota Makkah, Arab Saudi.
  • When?
    Kondisi ini dilaporkan pada Minggu, 10 Mei 2026, saat museum menampilkan koleksi manuskrip langka tersebut kepada publik.
  • Why?
    Mushaf 60 halaman itu dianggap penting karena menunjukkan upaya pelestarian Al-Qur’an sejak masa awal Islam serta menggambarkan perkembangan kaligrafi Arab kuno.
  • How?
    Museum menata manuskrip dalam ruang pamer khusus agar pengunjung dapat mengamati detail tulisan tangan dan gaya kaligrafinya sebagai bagian dari warisan sejarah Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Makkah ada museum yang punya Al-Qur’an tua banget, cuma ada 60 halaman. Orang-orang datang lihat karena tulisannya cantik dan rapi sekali. Katanya ini tulisan tangan dari zaman dulu banget. Banyak peneliti dan tamu kagum lihatnya. Sekarang mushaf itu dijaga baik di museum supaya tidak rusak dan bisa dilihat semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberadaan mushaf Al-Qur’an langka di Museum Al-Qur’an Makkah menghadirkan gambaran mengesankan tentang ketekunan dan kecintaan umat Islam terhadap pelestarian warisan suci mereka. Melalui keindahan kaligrafi kuno dan ketelitian penyalinan yang tetap terjaga, manuskrip ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan apresiasi mendalam terhadap nilai spiritual dan artistik peradaban Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Museum Al-Qur’an di Makkah, Arab Saudi, menyimpan salah satu manuskrip Al-Qur’an paling langka yang kini menarik perhatian pengunjung dan peneliti sejarah Islam. Mushaf tersebut hanya berisi 60 halaman dan menjadi bukti penting perjalanan awal umat Islam dalam menjaga serta mendokumentasikan Al-Qur’an dari masa ke masa.

Manuskrip langka itu menjadi salah satu koleksi utama museum karena memperlihatkan gaya kaligrafi Arab kuno dan metode penulisan yang digunakan para penyalin Al-Qur’an pada berbagai era Islam.

Dilansir Voice of Emirates, Minggu (10/5/2026), meski memiliki ukuran yang relatif kecil, mushaf tersebut tetap mempertahankan keakuratan penyalinan ayat-ayat Al-Qur’an. Kondisi itu membuat manuskrip tersebut dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus spiritual yang tinggi.

Pihak kurator museum menyebut, mushaf itu bukan sekadar dokumen bersejarah, tetapi juga menjadi simbol besarnya perhatian umat Islam terhadap pelestarian Al-Qur’an sepanjang sejarah.

1. Jejak awal penyalinan Al-Qur’an

Museum Al-Qur’an di Makkah dikenal menyimpan berbagai manuskrip kuno yang memperlihatkan perkembangan penulisan Al-Qur’an dari masa ke masa. Salah satu yang paling menonjol adalah mushaf 60 halaman tersebut.

Kurator museum menjelaskan, manuskrip itu mencerminkan upaya besar umat Islam sepanjang sejarah untuk menjaga Al-Qur’an.

Selain itu, manuskrip tersebut juga menunjukkan bagaimana proses penyalinan Al-Qur’an dilakukan dengan sangat teliti dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Keberadaan mushaf itu menjadi gambaran tentang tingginya perhatian terhadap akurasi penulisan Al-Qur’an pada masa awal perkembangan peradaban Islam.

2. Menampilkan perkembangan kaligrafi Islam

Museum juga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat perkembangan seni kaligrafi Al-Qur’an, mulai dari penulisan di atas lembaran perkamen hingga manuskrip berhias yang berkembang di berbagai era Islam.

Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat melihat beragam gaya artistik yang lahir dari tradisi penyalinan Al-Qur’an di berbagai wilayah dunia Islam.

“Koleksi manuskrip itu menunjukkan kekayaan warisan Islam dan keragaman aliran seninya,” kata pihak museum.

Tidak sedikit pengunjung yang berhenti cukup lama di depan mushaf langka itu untuk memperhatikan detail tulisan dan bentuk dokumentasinya.

3. Jadi daya tarik pengunjung Makkah

Mushaf Al-Qur’an 60 halaman itu kini menjadi salah satu koleksi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan dan peneliti yang datang ke Makkah.

Banyak pengunjung mengagumi ketelitian tulisan tangan dalam manuskrip tersebut, terutama mengingat proses penyalinannya dilakukan jauh sebelum teknologi percetakan berkembang.

Pengunjung juga memberikan apresiasi terhadap peran museum dalam menjaga manuskrip kuno yang dianggap sebagai bagian penting dari warisan keagamaan dan kemanusiaan.

Keberadaan mushaf langka itu sekaligus memperlihatkan bagaimana sejarah penyalinan Al-Qur’an terus dijaga sebagai bagian dari tradisi intelektual dan spiritual umat Islam hingga sekarang.

Editorial Team