PM Netanyahu selama wabah menyerang tahun lalu, telah menghadapi tekanan secara bertubi-tubi dari para demonstran yang menuntut pengunduran dirinya. Mereka melakukan unjuk rasa berdasarkan tiga kasus yang menjeratnya, serta karena dianggap keliru dalam menangani wabah virus corona yang melanda negeri.
Tiga kasus yang menjerat PM Netanyahu adalah diduga menerima hadiah senilai ratusan ribu dolar dari teman-teman kaya. Di antara mereka yang memberi termasuk seorang produser film Hollywood bernama Arnon Milchan dan miliarder dari Australia bernama James Packer.
Kemudian kasus kedua adalah Netanyahu dituduh mengatur peliputan positif terhadap media utama Israel. Netanyahu dianggap melakukan kesepakatan untuk peliputan citra positif dirinya.
Kasus terakhir adalah Kasus 4.000. Inilah yang jadi fokus utama dalam persidangan di hari Senin. Melansir dari laman BBC, jaksa penuntut Ben Ari mengatakan kasus tersebut adalah "kasus penting dan serius yang melibatkan korupsi pemerintah."
Saksi dalam persidangan PM Netanyahu bernama Ilan Yeshua, mantan CEO situs berita Walla. Menurutnya, ia diperintahkan oleh pemilik Walla yakni Shaul Elovitch, Bezeq, dan Iris Elovitch "untuk membuat artikel negatif tentang perdana menteri dan istrinya menghilang dari situs dan sebaliknya memposting artikel yang menguntungkan."
Dalam pengakuannya, Ilan Yeshua juga mengungkapkan bahwa stafnya di Walla marah atas tekanan dan perintah dari para pemilik media tersebut. Seorang editornya bahkan menjuluki perdana menteri "Kim," menyamakannya dengan diktator Korea Utara Kim Jong Un.