Dalam beberapa waktu terakhir, Serie A tengah jadi sorotan karena sejumlah aksi media dan fans yang rasis terhadap pemain-pemain berkulit hitam yang merumput di sana. Misalnya, ketika Inter Milan menjamu AS Roma pada Jumat (6/12).
Media setempat, Corriere Dello Sport, menerbitkan halaman depan dengan tajuk utama "Black Friday". Dua pemain berkulit hitam, Romelu Lukaku dari Inter Milan dan Chris Smalling dari AS Roma, dipajang dengan jelas. Ini membuat publik geram. Akibatnya, AS Roma dan AC Milan memutuskan melarang wartawan media itu meliput mereka sampai akhir tahun.
Pada September, Lukaku juga jadi target yel-yel rasis oleh para suporter Cagliari ketika dua tim bertemu. Parahnya, menurut Football Italia, fans Inter justru mendukung aksi itu dan membantah mereka melakukannya untuk tujuan rasis, melainkan agar timnya menang.
Kelompok fans menulis di akun Facebook mereka kepada Lukaku. "Kamu harus mengerti Italia bukan seperti kebanyakan negara-negara Eropa utara di mana rasisme adalah masalah NYATA. Kami paham itu bisa terlihat rasis bagimu, tapi sebenarnya tidak," tulis mereka.
Pemain Napoli, Kalidou Koulibaly, juga tak kalah sering mendapat aksi rasis ketika pertandingan. Misalnya ketika Napoli bertemu AS Roma pada awal November lalu. Seperti dilaporkan TalkSport, wasit sampai menghentikan pertandingan sementara.
Ini lantaran fans AS Roma tak juga berhenti menyanyikan lagu rasis untuk pemain asal Senegal itu. Pada 2018, usai menerima serangan verbal rasis dari fans Inter Milan, Koulibaly merespons dengan mengatakan bahwa dia "bangga terhadap warna kulitnya".
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb