Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sekitar 8.000 jenazah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel kini masih tertimbun reruntuhan bangunan di Jalur Gaza. Dilansir Anadolu Agency pada Minggu (3/5/2026), ribuan jenazah itu belum bisa dievakuasi karena medan yang berat.
Menurut seorang pejabat PBB, Alexander De Croo, untuk mengevakuasi 8.000 jenazah tersebut, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan reruntuhan yang tersebar di seluruh Gaza. Masalahnya, proses pembersihan tersebut membutuhkan waktu yang lama, yakni hingga tujuh tahun.
