Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, eskalasi perang di Timur Tengah mulai mengganggu jalur distribusi bantuan kemanusiaan global. Konflik yang terus meningkat disebut berdampak pada salah satu rute pelayaran paling penting di dunia, yakni Selat Hormuz.
Kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Tom Fletcher, mengatakan konflik tersebut telah menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz praktis terhenti. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi berbagai bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
"Konflik ini secara efektif telah menutup lalu lintas melalui Selat Hormuz yang strategis," kata Fletcher kepada wartawan di Jenewa, dilansir dari Anadolu, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, situasi ini tidak hanya menghambat pengiriman bantuan, tetapi juga meningkatkan biaya logistik secara signifikan. Penutupan jalur tersebut juga memicu lonjakan harga bahan bakar serta tarif pengiriman, yang semakin mempersulit distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah dunia.
