Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PBB: Perang Timur Tengah Hambat Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Para pengungsi perang di Sudan mendapat bantuan PBB (Twitter.com/UNHCR Sudan)
  • PBB memperingatkan perang di Timur Tengah menghambat distribusi bantuan global karena lalu lintas di Selat Hormuz terhenti, memicu lonjakan biaya logistik dan harga bahan bakar.
  • Fletcher menyebut gangguan pelayaran turut menunda pengiriman bantuan ke wilayah krisis seperti Afrika Sub-Sahara, memperburuk kesulitan organisasi kemanusiaan menjangkau masyarakat terdampak.
  • PBB menilai dunia menghadapi masa berbahaya dengan banyak krisis saling bertabrakan, melemahkan aturan internasional dan membuat warga sipil jadi korban utama konflik modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, eskalasi perang di Timur Tengah mulai mengganggu jalur distribusi bantuan kemanusiaan global. Konflik yang terus meningkat disebut berdampak pada salah satu rute pelayaran paling penting di dunia, yakni Selat Hormuz.

Kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Tom Fletcher, mengatakan konflik tersebut telah menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz praktis terhenti. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi berbagai bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

"Konflik ini secara efektif telah menutup lalu lintas melalui Selat Hormuz yang strategis," kata Fletcher kepada wartawan di Jenewa, dilansir dari Anadolu, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, situasi ini tidak hanya menghambat pengiriman bantuan, tetapi juga meningkatkan biaya logistik secara signifikan. Penutupan jalur tersebut juga memicu lonjakan harga bahan bakar serta tarif pengiriman, yang semakin mempersulit distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah dunia.

1. Bantuan untuk Afrika ikut terdampak

Para pengungsi korban perang di Sudan mendapat bantuan PBB. (Twitter.com/UNHCR Sudan)

Fletcher mengatakan, gangguan di Selat Hormuz sudah memberikan dampak langsung terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk yang ditujukan ke wilayah-wilayah krisis.

Dia mencontohkan, sejumlah pengiriman bantuan yang seharusnya menuju kawasan Afrika Sub-Sahara kini turut terdampak akibat terganggunya jalur pelayaran tersebut.

2. Memperburuk kondisi kemanusiaan yang rapuh

Para pengungsi korban perang di Sudan mendapat bantuan PBB. (Twitter.com/UNHCR Sudan)

Menurut Fletcher, situasi ini dapat memperburuk kondisi kemanusiaan global yang sudah rapuh. Dia menekankan, meningkatnya biaya transportasi dan terhambatnya jalur distribusi membuat organisasi kemanusiaan semakin kesulitan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan. Apalagi, ditegaskannya, bantuan kemanusiaan harus disalurkan berdasarkan kebutuhan, bukan pertimbangan politik.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk mencoba mengamankan jalur-jalur tersebut, termasuk Selat Hormuz, agar lalu lintas bantuan kemanusiaan tetap dapat berjalan," kata Fletcher.

3. Dunia hadapi masa berbahaya

potret bendera PBB (pexels.com/Niklas Jeromin)

Dalam kesempatan tersebut, Fletcher menggambarkan situasi global saat ini sebagai periode yang sangat berbahaya bagi stabilitas kemanusiaan. Menurutnya, berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan kini saling bertabrakan dan memperparah kondisi di berbagai wilayah yang sudah rapuh. Dia juga menilai konflik yang meningkat menunjukkan semakin melemahnya aturan internasional yang selama ini dirancang untuk membatasi kekerasan dalam perang.

"Kita hidup di masa yang penuh dengan kebrutalan, impunitas, dan ketidakpedulian," kata Fletcher.

Dalam banyak konflik modern, dijelaskannya, masyarakat sipil justru menjadi pihak yang paling terdampak. PBB juga memperingatkan jika konflik di Timur Tengah terus meningkat, gangguan terhadap jalur distribusi bantuan bisa meluas hingga ke berbagai wilayah lain di dunia. Hal tersebut berpotensi menghambat operasi kemanusiaan yang jauh dari zona konflik sekalipun.

Editorial Team