Jakarta, IDN Times - Jutaan warga Jepang memberikan suara mereka dalam pemilihan umum kilat yang digelar pada Minggu (8/2/2026). Pemilu hari ini berlangsung menyusul keputusan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk membubarkan parlemen dan meminta mandat langsung dari publik.
Pemilu ini digelar hanya beberapa bulan setelah Takaichi terpilih sebagai perdana menteri melalui pemungutan suara di parlemen. Keputusan menggelar pemilu lebih awal dinilai sebagai langkah politik berani untuk memperkuat legitimasi pemerintahannya.
Hasil jajak pendapat menunjukkan koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Takaichi bersama Partai Inovasi Jepang berpeluang meraih hingga 300 dari total 465 kursi di Majelis Rendah.
Jika prediksi ini terwujud, hasil tersebut akan menandai kebangkitan LDP setelah kehilangan kendali atas kedua kamar parlemen Jepang pada pemilu tahun lalu.
