Jakarta, IDN Times - Pemerintah militer Myanmar mengumumkan pemberian amnesti kepada 4.335 narapidana pada Jumat (17/4/2026). Pembebasan ini bertepatan dengan hari terakhir perayaan Thingyan atau Tahun Baru Myanmar. Kebijakan ini merupakan salah satu langkah Pemimpin Junta Militer, Min Aung Hlaing, untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika politik negara tersebut.
Ini adalah pemberian amnesti ketiga dalam enam bulan terakhir. Ribuan tahanan ini berasal dari berbagai fasilitas penahanan, termasuk penjara dengan pengamanan maksimum. Pengumuman dari televisi pemerintah menyebutkan langkah ini diambil atas dasar kemanusiaan dan keamanan negara, meski daftar identitas tahanan yang dibebaskan tidak dipublikasikan.