personel militer AS di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi (Senior Airman Giovanni Sims, Public domain, via Wikimedia Commons)
Hurst menjelaskan peningkatan pengeluaran ini bersumber dari biaya perbaikan peralatan dan pemeliharaan pasukan di Timur Tengah. Namun, perhitungan tersebut rupanya belum mencakup anggaran perbaikan pangkalan militer AS yang rusak akibat serangan Iran.
Beberapa pakar menilai beban finansial yang ditanggung pembayar pajak AS jauh lebih besar berdasarkan laporan Pentagon. Mereka berargumen, dampak perang terhadap perekonomian domestik, seperti lonjakan inflasi, belum dimasukkan ke dalam hitungan.
Anggota DPR AS, Ro Khanna, menyebut konflik ini bisa merugikan ekonomi negara hingga 631 miliar dolar AS (sekitar Rp11 kuadriliun). Menurut estimasi Khanna, perang di Iran telah membebani setiap rumah tangga AS hingga 5 ribu dolar AS (sekitar Rp87 juta) akibat kenaikan harga pangan dan bahan bakar.
Ekonom dari Universitas Harvard, Linda Bilmes, bahkan memberikan proyeksi yang lebih fantastis. Ia memprediksi total kerugian AS akibat perang ini bisa menyentuh angka 1 triliun dolar AS (sekitar Rp17,4 kuadriliun).