Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penumpang Gigit Pramugari, Qantas Beri Sanksi Larangan Terbang Seumur Hidup
Qantas Airways (unsplash.com/Tom Photography)
  • Seorang penumpang pria di penerbangan Qantas rute Melbourne–Dallas menggigit pramugari setelah menolak arahan kru, memicu kekacauan di dalam kabin.
  • Pilot mengalihkan penerbangan ke Papeete, Tahiti, agar pelaku diserahkan ke polisi; maskapai menjatuhkan sanksi larangan terbang seumur hidup bagi penumpang tersebut.
  • Pelaku diperiksa oleh otoritas Polinesia Prancis sementara pramugari yang terluka mendapat perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penerbangan maskapai Qantas rute Melbourne-Dallas dialihkan ke Papeete, Polinesia Prancis, pada Jumat (15/5/2026). Pengalihan rute ini dilakukan setelah seorang penumpang pria melanggar aturan ketertiban penerbangan dan menggigit seorang pramugari.

Pesawat dengan nomor penerbangan QF21 tersebut mengubah rute pendaratan setelah mengudara selama sekitar tujuh jam. Pilot memutuskan mendarat di luar jadwal agar penumpang yang bersangkutan dapat diturunkan dan diproses oleh otoritas berwenang setempat.

1. Penumpang melanggar tata tertib di dalam kabin

ilustrasi kabin pesawat (unplash.com/Mohammad Arrahmanur)

Insiden bermula ketika seorang penumpang pria menunjukkan sikap tidak kooperatif terhadap awak kabin. Pria tersebut menolak mengikuti arahan kru pesawat yang memintanya pindah ke kursi bagian belakang, hingga akhirnya ia menggigit lengan seorang pramugari yang berupaya meredakan situasi.

Dalam rekaman video dari penumpang lain, pria tersebut terlihat berdiri di lorong, berbicara kurang jelas, dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Pramugari kemudian memberikan teguran langsung kepadanya.

"Saya tahu Anda sudah berusaha untuk tenang. Tolong perhatikan ucapan Anda. Ada banyak anak-anak di sini, dan sikap Anda kurang pantas," kata seorang pramugari, dilansir Malay Mail.

"Anda harus bersikap baik selama berada di dalam pesawat," kata pramugari lainnya.

Saat diberi tahu bahwa ia bisa diserahkan kepada pihak kepolisian akibat tindakannya, penumpang tersebut memberikan alasan.

"Saya cuma ingin keluar untuk merokok," kata pria tersebut.

Setelah adu argumen, beberapa penumpang lain turun tangan membantu kru pesawat untuk membatasi ruang gerak pria itu agar tidak mengganggu jalannya penerbangan.

2. Pendaratan di luar jadwal dan sanksi dari maskapai

ilustrasi kabin pesawat (pexels.com/Pew Nguyen)

Pilot akhirnya mendaratkan pesawat di Bandara Internasional Fa‘a’ā di Papeete, Tahiti. Setibanya di landasan, polisi setempat langsung naik ke kabin dan membawa penumpang tersebut keluar. Pihak maskapai merespons kejadian ini dengan mengambil langkah hukum dan administratif.

"Keselamatan penumpang dan kru adalah hal yang paling penting bagi kami. Kami tidak akan membiarkan perilaku yang mengganggu atau mengancam keamanan dalam penerbangan," kata juru bicara Qantas, dilansir The Guardian.

Maskapai secara resmi memberikan sanksi larangan terbang seumur hidup bagi pria tersebut. Aturan ini berlaku secara menyeluruh untuk semua layanan operasional di bawah naungan Qantas Group, termasuk maskapai Jetstar. Setelah mengisi bahan bakar selama 35 menit, pesawat melanjutkan perjalanan dan tiba di Dallas pada Sabtu (16/5/2026) pagi, mundur dari jadwal semula.

3. Penumpang menjalani pemeriksaan oleh polisi

Ilustrasi kabin pesawat (pexels.com/Hasan Gulec)

Penumpang pria tersebut menjalani pemeriksaan oleh polisi di perbatasan Polinesia Prancis. Berdasarkan keterangan sumber lokal, pelaku diketahui bukan warga negara Australia.

Sementara itu, pramugari yang mengalami insiden gigitan telah menerima penanganan medis di rumah sakit setempat. Pihak maskapai melaporkan bahwa kondisinya saat ini sudah stabil.

Peristiwa ini menambah catatan kasus pelanggaran aturan penerbangan yang melibatkan rute Australia. Pada April sebelumnya, insiden serupa juga terjadi saat seorang penumpang diproses hukum karena mencoba menggigit penumpang lain di rute penerbangan Canberra-Perth. Kepolisian kembali mengingatkan bahwa setiap penumpang wajib mematuhi hukum dan aturan keselamatan selama penerbangan berlangsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team