Gourarie tidak memberikan alasan secara rinci mengapa ia melakukan tindakannya. Dalam catatannya yang penuh dengan rasa syukur, putus asa, dan humor yang pahit, postingan tersebut menjadi salah satu catatan bunuh diri yang modern dan jarang dilakukan oleh para penyintas sebelumnya.
Dalam postingan yang sudah dibuat dan terjadwal, postingan tersebut tidak akan bisa dihapus. Dia akan tetap terbit sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Namun, dalam catatan yang ditulis oleh Gourarie, catatan itu sebenarnya ingin dia hapus tapi tak bisa.
Pada hari Rabu, ayah Gourarie mengomentari catatan bunuh diri anaknya di kolom komentar di bawah postingan. Avrami Gourarie, ayah Yocheved Gourarie menulis, “Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menulis di sini. Kata-kata baik kalian sangat berarti bagi saya.”
Pada hari Minggu, 27 Desember 2020, sang ayah memposting foto dirinya sedang duduk. Sang ayah terlihat sedang bermain alat musik. Di bawah postingan itu tertulis ucapan terima kasih sang ayah kepada anaknya yang telah mendukung perjuangan musik dan mengaku bahwa koneksi musik antara dia dan anaknya itu unik serta tak tergantikan.