Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perdana Menteri Keir Starmer memberikan konferensi pers setelah menghadiri Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) di Samoa.
Perdana Menteri Keir Starmer memberikan konferensi pers setelah menghadiri Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) di Samoa. (Number 10, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Keir Starmer dorong Andrew untuk bersaksi di AS

    • Starmer menekankan kesaksian Epstein’s victims sebagai prioritas utama.

  • Andrew muncul dalam dokumen DOJ berupa email, foto, dan pesan yang menunjukkan hubungan berkelanjutan dengan Epstein.

  • Komite Kongres meminta transcribed interview soal hubungannya dengan Epstein.

  • Reaksi politik terhadap seruan Starmer

    • Tekanan datang dari politisi dan warga yang melihat keterbukaan sebagai bagian dari akuntabilitas atas hubungan dengan tokoh yang diteliti secara intens oleh Kongres AS.

  • Dokumen DOJ memperjelas peran siapa pun dalam jaringan ini akan membantu

  • Keir Starmer dorong Andrew untuk bersaksi di AS

    • Starmer menekankan kesaksian Epstein’s victims sebagai prioritas utama.

  • Yurisdiksi hukum AS tidak dapat memaksa warga negara non‑AS untuk hadir.

  • Dokumen DOJ memperlihatkan hubungan berkelanjutan Andrew dengan Epstein.

  • Reaksi politik terhadap seruan Starmer

    • Komite Kongres ingin memahami bagaimana figur berpengaruh dikaitkan dengan Epstein

  • Andrew banyak muncul dalam kumpulan berkas Epstein terbaru yang dirilis oleh departemen kehakiman AS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan bahwa Andrew Mountbatten‑Windsor, mantan Pangeran Andrew, sebaiknya bersaksi di depan Kongres Amerika Serikat tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein, menyusul pengungkapan jutaan dokumen baru oleh Departemen Kehakiman AS terkait jaringan Jeffrey Epstein. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan politik yang meningkat di Inggris dan AS.

1. Keir Starmer dorong Andrew untuk bersaksi di AS

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan pernyataan kepada pers setelah Pemerintah mengumumkan penyelidikan atas serangan teror Southport. (Simon Dawson / No 10 Downing Street, OGL 3, via Wikimedia Commons)

Dilasir The Guardian, Starmer menyatakan bahwa siapa pun yang memiliki informasi relevan seharusnya memberikan kesaksian kepada penyelidik, termasuk para legislator di Amerika Serikat. Menjawab pertanyaan saat menghadiri KTT G20 di Johannesburg, ia menegaskan bahwa Epstein’s victims (para korban Epstein) perlu jadi prioritas utama, dan kesaksian lengkap akan membantu proses itu.

Starmer sendiri menekankan bahwa ia tidak bisa memaksa secara hukum Andrew datang bersaksi di Kongres AS, yurisdiksi hukum AS tidak dapat memaksakan warga negara non‑AS untuk hadir. Tapi seruannya berdampak politis, memberi tekanan moral dan publik bagi Andrew untuk bersikap terbuka.

Mantan Pangeran Andrew, yang pada akhir 2025 dicabut gelar dan tugas kerajaan, muncul di dokumen‑dokumen DOJ berupa email, foto, dan pesan yang menunjukkan hubungan berkelanjutan dengan Epstein setelah kasus lamanya pada 2008. Dokumen ini juga memperlihatkan undangan ke Buckingham Palace dan acara makan malam yang dihadiri orang‑orang dekat Andrew.

Menurut laporan, isi surat dari House Oversight Committee di Kongres AS meminta Andrew untuk melakukan “transcribed interview” soal hubungannya dengan Epstein, namun sejauh ini ia belum hadir atau merespons secara langsung.

2. Reaksi politik terhadap seruan Starmer

Foto tanpa tanggal ini, yang diambil di lokasi yang dirahasiakan dan dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari 2026 sebagai bagian dari berkas Jeffrey Epstein, menunjukkan mantan pangeran Inggris Andrew Mountbatten-Windsor berlutut di atas seorang wanita yang terbaring di lantai. (Photo by HANDOUT / US DEPARTMENT OF JUSTICE / AFP)

Dorongan agar Andrew bersaksi tidak hanya datang dari Starmer. Tekanan juga datang dari politisi dan warga yang melihat keterbukaan sebagai bagian dari akuntabilitas atas hubungan dengan tokoh yang diteliti secara intens oleh Kongres AS.

Komite Kongres telah menyatakan bahwa walau mereka terus bekerja tanpa kesaksian Andrew, memperjelas peran dan pengetahuan siapa pun yang ada dalam jaringan ini akan membantu memahami bagaimana figur berpengaruh dikaitkan dengan Epstein, dilansir BBC.

Andrew Mountbatten-Windsor, yang dicabut gelarnya tahun lalu di tengah dampak dari persahabatannya dengan Epstein, banyak muncul dalam kumpulan berkas Epstein terbaru, yang dirilis pada hari Jumat (30/1/2026) oleh departemen kehakiman AS.

Adik raja Charles III itu tampak dalam foto sedang berjongkok di atas seorang wanita yang terbaring di lantai. Kumpulan dokumen tersebut juga mencakup email yang menunjukkan bahwa Mountbatten-Windsor mengundang Epstein ke Istana Buckingham pada September 2010, dua tahun setelah Epstein dihukum karena meminta gadis-gadis semuda 14 tahun untuk berhubungan seks.

3. Respons publik Inggris terhadap Andrew Mountbatten-Windsor dan Sarah Ferguson

Sarah Ferguson di Toronto International Film Festival 2009 (Gordon Correll, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Seruan Perdana Menteri Keir Starmer ikut memicu reaksi luas dari publik Inggris terhadap Andrew Mountbatten-Windsor. Banyak warga mempertanyakan sikap Andrew yang hingga kini belum memberikan kesaksian langsung kepada otoritas Amerika Serikat, meski namanya berulang kali muncul dalam dokumen terkait Epstein. Pencabutan gelar dan tugas kerajaan sebelumnya dinilai belum cukup menjawab tuntutan akuntabilitas publik.

Sorotan juga mengarah ke Sarah Ferguson, mantan istri Andrew, yang dalam beberapa laporan media disebut pernah memiliki keterkaitan sosial dengan Epstein, meskipun tidak pernah menghadapi dakwaan hukum. Diskusi di media arus utama dan tabloid Inggris menunjukkan meningkatnya tuntutan transparansi terhadap figur-figur yang pernah berada dekat dengan lingkaran kerajaan, serta kekhawatiran soal dampaknya terhadap citra institusi monarki secara keseluruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team