Tim gabungan dari Departemen Investigasi Khusus (DSI) dan Departemen Kekayaan Intelektual Thailand melakukan penggerebekan mendadak di 17 lokasi strategis dalam mall MBK Center. Dalam operasi besar-besaran ini, petugas menyisir toko permanen hingga gudang rahasia yang tersembunyi di dalam mal. Hasilnya, petugas menyita lebih dari 100 ribu unit barang palsu seperti tas mewah, sepatu, baju, dan jam tangan bermerek terkenal. Total nilai kerugian dari barang-barang ilegal ini diperkirakan mencapai lebih dari 30 juta baht (Rp15,67 miliar).
Petugas menemukan berbagai produk tiruan dari merek dunia seperti Christian Dior, Nike, Adidas, Gucci, Chanel, dan Louis Vuitton. Barang-barang tersebut dikemas dalam puluhan kotak besar dan kantong plastik hitam untuk dibawa sebagai barang bukti dalam penyelidikan. Langkah tegas ini sengaja dilakukan untuk memutus rantai penjualan barang palsu yang sering menyasar turis asing di Bangkok, sekaligus untuk menjaga kualitas sektor belanja yang menjadi sumber pendapatan besar bagi Thailand.
Penyitaan dalam jumlah besar ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menciptakan lingkungan dagang yang bersih dan jujur. Direktur Jenderal Departemen Kekayaan Intelektual, Auramon Supthaweethum, menjelaskan bahwa misi ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi Thailand di mata dunia.
"Melindungi kekayaan intelektual bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya memperkuat ekosistem ekonomi Thailand. Dengan menyelaraskan standar kami ke tingkat internasional, kami membangun kepercayaan investor global dan menjamin keberlanjutan kemitraan dagang," ujar Supthaweethum, dilansir The Straits Times.
Pemerintah berharap operasi ini memberikan efek jera bagi para pelaku dan membuat pengelolaan pusat perbelanjaan di Thailand menjadi lebih jujur dan terbuka.