Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pria Muda Inggris Ini Rebut Pistol Polisi untuk Bunuh Donald Trump, Bagaimana Kronologinya?
sandiegouniontribune.com

Ancaman pembunuhan diarahkan kepada kandidat calon presiden Amerika yang marak diperbincangkan saat ini. Siapa lagi kalau bukan Donald Trump. Baru-baru ini, seorang pria Inggris ditahan karena mencoba merebut pistol dari petugas kepolisian yang sedang menjaga jalannya acara kampanye Donald Trump. Pria ini diduga akan memakai pistol tersebut untuk membunuh calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu.

Default Image IDN

Dilansir Washington Post, (22/6), pria 19 tahun itu bernama Michael Steven Sandford. Dia langsung ditahan di Hotel Treasure Island, Las Vegas, pada Sabtu 18 Juni 2016.  Dalam dokumen pengadilan yang diberikan, terkuak fakta bahwa Sandford menuturkan kepada agen Secret Service, bahwa dia berkendara dari California ke Las Vegas dengan tujuan membunuh Trump.

Default Image IDN

Sandford mengklaim bahwa dia berencana membunuh Trump sejak setahun lalu. Tapi dia memutuskan untuk beraksi saat ini karena akhirnya dia merasa percaya diri untuk melakukannya. Menurut juru bicara Kantor Kejaksaan AS, Natalie Collins, mengatakan bahwa Sandford akhirnya diadili atas tuduhan melakukan aksi kekerasan.

Hingga kini, Sandford belum mengajukan pembelaan. Dia dijadwalkan akan mengikuti sidang dengar pertama pada 5 Juli mendatang. Rekam pengadilan menunjukkan bahwa Sandford belum pernah menembak dengan pistol sebelumnya. Pada Jumat lalu, dia pergi ke lapangan tembak Battlefield Vegas untuk berlatih menembak. Di sana, dia menembakkan 20 putaran dari pistol Glock 9 milimeter.

Default Image IDN

Dalam rekam pengadilan tersebut, Sandford mengatakan kepada penyelidik bahwa jika dia di jalan lagi, maka dia akan mencoba lagi (membunuh Donald Trump). Sandford sendiri sudah berada di Amerika sejak 1,5 tahun lalu. Dia tinggal di Hoboken, New Jersey. Jika terbukti bersalah atas tuduhan melakukan tindak kekerasan di kawasan terbatas, dia akan dikenai sanksi penjara 10 tahun dan denda seperempat juta dolar.

Banyak aksi teror, Donald Trump perketat aturan penggunaan senjata di Amerika.

Default Image IDN

Donald Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa dia akan memperketat pembelian senjata. Hal ini diungkapkannya pasca insiden Orlando. Trump berpendapat orang-orang yang masuk dalam daftar pengawasan teror akan dilarang membeli senjata api.

Selama ini Trump memang merupakan pendukung kuat dalam hak kepemilikan senjata dan bulan lalu pencalonannya mendapat sokongan dari Asosiasi Senapan Amerika Serikat (NRA). Trump juga telah menyampaikan pesan yang sama dalam sebuah wawancara TV, November lalu.

Editorial Team

EditorRizal