Konferensi pers Hassan Rouhani setelah terpilih sebagai presiden di Marble Hall tanggal 16 Juni 2013 ( Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Meskipun awalnya mendapat dukungan Khamenei, hubungan keduanya merenggang ketika Khamenei mengkritik Rouhani karena dianggap terlalu mengalah dalam negosiasi dengan Barat soal perjanjian nuklir. Setelah masa jabatan keduanya berakhir pada 2021, tidak ada satu pun jabatan senior yang diberikan kepadanya. Pada 2024, ia bahkan didiskualifikasi dari pencalonan untuk Majelis Ahli, badan yang ironisnya kini memegang kunci suksesi kepemimpinan tertinggi Iran.
Kematian Khamenei membalik kalkulasi itu seketika. Rouhani, dengan rekam jejak diplomatiknya, jaringan yang masih hidup di dalam sistem, dan citranya sebagai figur moderat, kini kembali menjadi nama yang relevan di tengah kekosongan kekuasaan. Di Iran yang sedang berperang dan mencari arah, pertanyaannya bukan lagi apakah Rouhani masih punya pengaruh, melainkan apakah Majelis Ahli berani memilih jalan yang berbeda dari garis keras yang selama ini mendominasi.