Jakarta, IDN Times - Unjuk rasa yang dipicu lonjakan biaya hidup di Iran terus meluas dan memakan korban jiwa. Memasuki hari kelima protes, laporan media semi-resmi dan kelompok hak asasi manusia menyebut, sedikitnya enam orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan di sejumlah wilayah.
Kantor berita semi-resmi Fars dan kelompok pemantau HAM Hengaw melaporkan, dua orang meninggal dunia di Kota Lordegan, Iran barat daya, setelah terjadi bentrokan dengan pasukan keamanan. Fars juga melaporkan tiga kematian di Kota Azna dan satu korban jiwa di Kouhdasht, keduanya berada di wilayah barat Iran.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai identitas para korban. Fars tidak menyebutkan apakah mereka merupakan demonstran atau anggota aparat keamanan. Sementara itu, Hengaw menyatakan dua korban di Lordegan adalah demonstran bernama Ahmad Jalil dan Sajjad Valamanesh.
