Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat merupakan prasyarat utama bagi tercapainya perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Menurut Putin, isu tersebut bukan sekadar pilihan politik, melainkan persoalan prinsip yang menentukan stabilitas kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Putin saat menerima kunjungan resmi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Kremlin, Kamis (29/1/2025). Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis global dan regional.
Putin menekankan, konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel tidak akan pernah benar-benar terselesaikan tanpa adanya negara Palestina yang berdiri penuh dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Selain isu Palestina, pembicaraan juga mencakup perkembangan situasi di Gaza, meningkatnya ketegangan terkait Iran, serta peran diplomatik UEA dalam konflik Ukraina.
