Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putra Khamenei Hadiri Pemakaman Tapi Bukan Penerusnya, Kemana Mojtaba?
Peti jenazah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya yang tewas dalam serangan Israel pada Februari lalu. (AFP/Atta Kenare)
  • Mojtaba Khamenei, penerus resmi Ayatollah Ali Khamenei, tidak hadir di pemakaman karena dilaporkan masih memulihkan diri dari luka serius akibat serangan yang menewaskan ayahnya.
  • Jutaan warga Iran memadati prosesi penghormatan di Teheran, dengan kehadiran Presiden Masoud Pezeshkian dan pejabat tinggi lain, menunjukkan duka nasional atas wafatnya Khamenei.
  • Pemerintah Iran mengatur rangkaian pemakaman besar dari Teheran hingga Mashhad dan Irak, dengan target jutaan pelayat serta dukungan logistik penuh selama prosesi berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Februari 2026

Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa anggota keluarganya tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Serangan ini memicu perang selama hampir empat bulan sebelum tercapai gencatan senjata.

Sabtu malam

Prosesi penghormatan kepada Khamenei mulai dipadati warga Iran di Grand Mosalla, Teheran. Televisi pemerintah menayangkan ribuan pelayat yang memenuhi area tersebut.

5 Juli 2026

Salat jenazah untuk Khamenei digelar di Kompleks Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran. Tiga putra Khamenei hadir, sementara Mojtaba tidak terlihat dalam prosesi tersebut.

6 Juli 2026

Pemerintah Iran menjadwalkan iring-iringan pemakaman besar di pusat Kota Teheran sebagai bagian dari rangkaian penghormatan terakhir.

Selasa

Jenazah Khamenei akan dibawa ke Kota Qom untuk rangkaian doa bersama para ulama Syiah.

Rabu

Jenazah diterbangkan ke Irak untuk prosesi penghormatan di kota suci Najaf dan Karbala sebelum kembali ke Iran.

Kamis

Pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung di Kota Mashhad, kampung halaman Khamenei, dekat Kompleks Makam Imam Ali Reza.

kini

Mojtaba Khamenei disebut masih memulihkan diri dari luka serius akibat serangan sebelumnya dan belum tampil di hadapan publik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ayatollah Khamenei meninggal karena serangan dan banyak orang datang menangis di pemakamannya. Tiga anaknya ikut salat, tapi anak yang jadi penerus, namanya Mojtaba, tidak datang. Katanya dia masih sakit dan terluka parah. Orang-orang ingin melihatnya tapi belum bisa. Sekarang jenazah ayahnya dibawa ke banyak kota untuk dimakamkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun suasana duka menyelimuti Iran, prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei memperlihatkan kekuatan solidaritas nasional yang luar biasa. Jutaan warga dari berbagai daerah datang untuk memberikan penghormatan terakhir, sementara pemerintah memastikan kelancaran perjalanan dan kebutuhan pelayat. Kehadiran para pemimpin negara juga menandakan persatuan di tengah masa sulit bagi bangsa tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali menjadi sorotan setelah penerusnya, Mojtaba Khamenei, tidak terlihat menghadiri rangkaian doa bersama yang digelar di Kompleks Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran, Minggu (5/7/2026).

Televisi pemerintah Iran menayangkan prosesi salat jenazah yang diikuti tiga putra Khamenei, yakni Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei. Ketiganya berdiri di belakang peti jenazah sang ayah bersama empat anggota keluarga lain yang juga tewas dalam serangan udara.

Hingga hari ketiga prosesi penghormatan, tidak ada satu pun kemunculan publik ataupun foto terbaru Mojtaba Khamenei. Ketidakhadirannya memicu perhatian karena ia telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya tewas.

Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang memicu perang selama hampir empat bulan sebelum kedua pihak menyepakati gencatan senjata.

1. Mojtaba disebut masih pulihkan diri dari luka serius

potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Menurut laporan sumber dekat lingkaran dalam keluarga Khamenei, Mojtaba mengalami luka cukup parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Sumber tersebut menyebut, wajah Mojtaba mengalami cedera dan ia juga menderita luka serius pada salah satu atau kedua kakinya. Namun, hingga kini pemerintah Iran belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi kesehatannya.

Ketidakhadiran Mojtaba membuat sebagian pelayat mengaku kecewa. Salah seorang perempuan yang hadir di Grand Mosalla mengatakan dirinya berharap dapat melihat pemimpin baru Iran tersebut.

“Hingga detik terakhir sebelum salat dimulai, saya terus mengatakan kepada orang-orang di sekitar saya bahwa saya berharap beliau sendiri (Mojtaba Khamenei) datang. Itulah satu-satunya harapan kami,” ujar seorang pelayat kepada kantor berita semi-resmi Tasnim.

2. Jutaan warga padati prosesi penghormatan

Pelayat berbondong-bondong memberikan penghormatan di upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/Atta Kenare)

Prosesi penghormatan kepada Khamenei terus dipadati warga Iran sejak Sabtu malam. Televisi pemerintah memperlihatkan ribuan pelayat memenuhi area Grand Mosalla, sementara sebagian lainnya menangis dan memukul dada sebagai bentuk duka.

Pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf turut mengikuti salat jenazah di belakang peti Khamenei.

Salah satu putra Khamenei, Masoud, terlihat menangis dan mengusap air mata menggunakan keffiyeh, syal kotak-kotak yang di Iran identik dengan simbol perjuangan revolusioner dan solidaritas terhadap Palestina.

Jaringan kereta bawah tanah Teheran mencatat sekitar 7 juta perjalanan sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, seiring membludaknya warga yang menuju pusat ibu kota untuk mengikuti prosesi penghormatan.

3. Rangkaian pemakaman berlanjut ke Irak hingga Mashhad

Peti jenazah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum dimakamkan di Iran. (AFP/Atta Kanare)

Pemerintah Iran menjadwalkan iring-iringan pemakaman besar di pusat Kota Teheran pada Senin (6/7/2026). Setelah itu, jenazah Khamenei akan dibawa ke Kota Qom yang menjadi pusat pendidikan ulama Syiah untuk rangkaian doa pada Selasa.

Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke Irak untuk prosesi penghormatan di kota suci Najaf dan Karbala pada Rabu, sebelum kembali ke Iran.

Pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Kota Mashhad, kampung halaman Khamenei. Ia akan dimakamkan di dekat Kompleks Makam Imam Ali Reza, salah satu situs paling suci bagi umat Muslim Syiah.

Pemerintah Iran menargetkan jutaan orang akan mengikuti seluruh rangkaian prosesi tersebut dengan menyediakan transportasi, makanan, dan akomodasi bagi para pelayat dari berbagai daerah.

Editorial Team

Related Article