Kementerian Pertahanan Korea Selatan membenarkan bahwa mereka sedang membahas kerja sama dengan Hyundai. Ini adalah bagian dari upaya untuk menghadapi perubahan situasi di lapangan dan membangun kekuatan militer berbasis teknologi.
"Angkatan Darat sedang menjalin kerja sama dengan pemerintah, industri, dan akademisi untuk menjadi pasukan yang lebih mengandalkan teknologi. Kami juga sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Hyundai Motor," kata pejabat Angkatan Darat, dilansir The Star.
Pembicaraan antara Markas Besar Angkatan Darat dan Hyundai Motor Group membahas penggunaan tiga sistem robotik utama. Sistem itu meliputi MobED (kendaraan tanpa awak beroda empat), X-ble Shoulder (robot yang bisa dipakai di tubuh layaknya pakaian), dan Spot (robot berkaki empat buatan Boston Dynamics, perusahaan asal AS yang dimiliki Hyundai). Laporan menyebutkan bahwa militer mempertimbangkan penggunaan robot ini untuk tugas non-tempur, seperti pengawasan, patroli, dan pengiriman logistik.
"Dunia robotika tidak memiliki hambatan dari masa lalu. Robot bisa menggunakan teknologi kelistrikan dan elektronik yang sudah mapan pada kendaraan tanpa awak, sehingga perkembangannya bisa sangat cepat," kata analis Samsung Securities, Esther Yim.