Jakarta, IDN Times - Satu-satunya rumah sakit kanker di Jalur Gaza terancam tutup karena kekurangan bahan bakar. Rumah sakit tersebut telah menghentikan beberapa layanan termasuk radiologi. Sebanyak 9 ribu pasien kanker di Gaza tidak bisa pergi ke tempat lain untuk berobat.
Direktur Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, Subhi Sukeyk, memperingatkan fasilitas kesehatan telah kehabisan bahan bakar yang diperlukan untuk menjaga layanan penting tetap berjalan. Ini termasuk obat-obatan untuk kemoterapi.
"Kami berusaha mempertahankan layanan penting," kata Sukeyk, menambahkan bahwa beberapa layanan seperti radiologi, yang digunakan untuk pemantauan dan diagnosis, telah dihentikan, dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (19/10/2023).
