Jakarta, IDN Times – Rusia menyatakan bersedia menerima uranium hasil pengayaan dari Iran sebagai bagian dari upaya membantu penyelesaian isu nuklir Teheran. Sikap itu disampaikan Kremlin di tengah dinamika diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Dalam keterangannya pada Rabu (18/2/2026), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan bahwa Moskow telah mengajukan gagasan tersebut.
“Kami memiliki inisiatif dan menyatakan kesiapan kami untuk menerima uranium yang diperkaya, hal itu telah dibahas,” katanya, dikutip dari Iran International. Ia juga menuturkan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Teheran sebaiknya dibiarkan berjalan tanpa spekulasi, karena persoalan tersebut sepenuhnya menjadi ranah kedua negara.
Sikap Rusia muncul setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran memberi sinyal siap menghentikan sementara aktivitas pengayaan dan memindahkan sebagian cadangan uraniumnya ke negara ketiga, termasuk Rusia. Skema itu dinilai dapat mengurangi kekhawatiran global dengan mengelola bahan nuklir tersebut di luar wilayah Iran.
